Inisiasi Kerja Sama Prodi PAI UMM dengan Attarkiah Islamiah Institute Thailand

Kerja Sama Prodi PAI UMM dengan Attarkiah Islamiah Institute Thailand.jpeg

Rabu, 15 Januari 2025, pukul 09.00–11.00 WIB, bertempat di Among Tani, telah diadakan inisiasi kerja sama antara Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Attarkiah Islamiah Institute, Narathiwat, Thailand. Acara tersebut diwakili oleh Sekretaris Prodi PAI UMM, Zulfikar Yusuf, Kepala Laboratorium Tarbiyah Ianatut Thoifah, Kepala American Corner sekaligus PIC Internasionalisasi Pascasarjana, Ria Asih, serta tim BPMI UMM yang dipimpin oleh Umiarso. Tim Prodi PAI UMM juga didampingi oleh Dr. Nur Widodo dari Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Teknologi FKIP UMM, yang juga merangkap sebagai tim Dikdasmen Muhammadiyah. Sementara itu, delegasi dari Thailand diwakili oleh Adul Leesen selaku Wakil Kepala Urusan Internasional, bersama empat siswa dan satu guru. Kehadiran mereka dalam rangka program pertukaran pelajar di Kota Batu yang melibatkan SMP Muhammadiyah 8 Batu selama satu minggu, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batu. Kerja sama ini dirancang untuk memperluas pengalaman internasional mahasiswa PAI UMM, khususnya melalui program magang internasional yang direncanakan berlangsung selama satu bulan di Narathiwat. Kegiatan tersebut mencakup praktik mengajar di tingkat sekolah menengah, pelaksanaan proyek kolaboratif antara mahasiswa dan sekolah, serta aktivitas pengabdian masyarakat. Pertemuan lanjutan akan diadakan untuk membahas detail rencana kegiatan, persiapan mahasiswa, serta kolaborasi dengan sepuluh universitas Indonesia lainnya yang telah memiliki kegiatan bersama dengan Attarkiah. Narathiwat, yang terletak di wilayah selatan Thailand dengan mayoritas penduduk Muslim (sekitar 90%), berjarak sekitar dua jam dari Songkhla. Kerja sama ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah serta memberikan wawasan internasional bagi mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMM, sekaligus memperkuat sinergi global dalam bidang pendidikan.

Kunjungan Santriwati Daarul Ukhuwah ke Prodi PAI FAI UMM: Membangun Sinergi dan Intelektualitas

Santriwati Daarul Ukhuwah

Ahlan wa Sahlan Santriwati Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah Putri di Fakultas Agama Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang. Pada hari Selasa, 17 Desember 2024, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), khususnya Laboratorium Microteaching Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), menerima kunjungan dari Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah Putri Malang. Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan 1, Bapak Dr. Saiful Amin, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan sejarah berdirinya Fakultas Agama Islam UMM, yang dimulai dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam sebagai program studi tertua di universitas ini. Beliau juga menambahkan bahwa dari Prodi PAI inilah kemudian lahir berbagai program studi lainnya di FAI. Lebih lanjut, Bapak Saiful Amin menyampaikan bahwa banyak alumni Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah yang melanjutkan pendidikan mereka di Prodi PAI UMM. Oleh karena itu, Daarul Ukhuwah telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keluarga besar Fakultas Agama Islam. Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) PAI, Bapak Dr. Mochammad Kamaludin, M.Si. Beliau menyambut hangat kedatangan santriwati Daarul Ukhuwah dan menjelaskan tiga kompetensi utama yang harus dimiliki oleh lulusan Prodi PAI, yaitu kompetensi sebagai guru, kompetensi sebagai peneliti agama, dan kompetensi sebagai edupreneur. Beliau juga menyampaikan bahwa banyak alumni Prodi PAI UMM yang telah meraih kesuksesan di berbagai bidang. Selanjutnya, Kepala Sekolah Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah Putri Malang menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang diberikan. Beliau menuturkan bahwa mayoritas santriwati mereka melanjutkan pendidikan di Prodi PAI UMM, yang menunjukkan hubungan erat antara pondok pesantren dan universitas ini. Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah dan Fakultas Agama Islam UMM, sekaligus menjadi ajang berbagi ilmu dan inspirasi bagi kedua belah pihak.

PRODI PAI MENGADAKAN WORSHOP PENULISAN ARTIKEL JURNAL BEREPUTASI NASIONAL DAN INTERNASIONAL

Menulis karya ilmiah untuk dipublikasikan pada Jurnal Nasional dan Internasional ber-reputasi merupakan salah satu tugas dan kewajiban setiap dosen. pada tahun 2017 Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menerbitkan aturan yang mewajibkan dosen menulis karya ilmiah untuk memperoleh tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan guru besar. Regulas ini membuat seluruh Perguruan Tinggi terus mengasah kemampuan para dosennya agar mahir menulis di jurnal ilmiah Nasional maupun internasional dengan reputasi tinggi. Demikian hal dengan dengan Prodi PAI-FAI-Universitas Muhammadiyah Malang, yang  berupaya melatih kemampuan para dosen-dosennya dengan menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Jurnal Tereputasi. Hadir sebagai pemateri dalam Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Internasional adalah Prof.Dr. Muhammad Adlin Sila, MA,Ph.D (BALITBAG KEMENAG) dan Prof. Dr. Tobroni,M.Si  (Dekan FAI-UMM). Warek I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin., saat membuka pelatihan tersebut berharap agar dalam pelatihan terebut benar-benar mampu dimanfaatkan oleh para dosen Prodi PAI-UMM. Sehingga mampu memberikan pencerahan dan wawasan cara menulis ilmiah yang baik agar dosen tidak gamang dan ragu-ragu untuk mengirimkan tulisan ilmiahnya ke jurnal Internasional bereputasi. Ketua Panitia kegiatan, M.Yusuf, M.Pd.I  mengungkapkan bahwa pelatihan penulisan artikel jurnal nasional dan internasional merupakan salah satu bentuk tindaklanjut kerja sama PUSLITBAG Kemenag dengan Prodi PAI-Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.

Workshop Pengusulan Jabatan Dosen Muda PAI

Sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan usulan jabatan fungsional akademik bagi Dosen muda fakultas Agama Islam PAI lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang, Prodi Pendidikan Agama Islam(PAI) menyelenggarakan Workshop Pengusulan Jabatan Fungsional Akademik. 25 peserta dari berbagai program studi di lingkungan fakultas agama Islam-Universitas Muhammadiyah Malang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Ruang MT Lantai 3 GKB 3 Universitas Muhammadiyah Malang. Drs M. Syarif, M,Ag selaku Wadek II FAI-UMM dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu tugas dari Wadek II adalah melayani tenaga administratif maupun tenaga edukatif didalam pengembangan diri SDM yang ada. Kaitannya dengan tenaga edukatif kegiatan ini adalah upaya untuk melayani dalam meningkatkan kualifikasi jabatan fungsional Dosen, sebab Dosen memiliki kewajiban utama yaitu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan untuk pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini, sangat terkait erat dengan peningkatan jabatan fungsional Dosen. Tri Dharma Perguruan Tinggi ini sebagai kewajiban Dosen dan harus dilaksanakan sepenuhnya dari unsur pendidikan, unsur penelitian, unsur pengabdian masyarakat dan unsur penunjang.Secara teknis usulan, sebenarnya sistem baru ini sangat memudahkan usulan Dosen untuk mencapai usulan jabatan fungsional tertinggi yaitu Guru Besar. Tentu pengusul tinggal menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan khususnya untuk unsur penelitian, aktifitas dalam publikasi di jurnal internasional atau jurnal bereputasi. Materi pelatihan pengusulan jabatan fungsional disampaikan oleh Upik ,M.Pd.I, dan di dampingi stafnya dari Kopertais IV Surabaya. Dari pelatihan ini diharapkan meningkatnya jumlah Dosen muda di lingkungan Prodi PAI-FAI-Universitas Muhammadiyah Malang yang memiliki jabatan fungsional.

Lokakarya Dan Review Kurikulum Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang

Program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan Lokakarya dan Review Kurikulum KKNI Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) FAI-UMM. Perlunya kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu kurikulum, termasuk pada aspek kegiatan pembelajaran di prodi PAI mengingat arus globalisasi dunia pada saat ini yang tidak dapat dielakkan lagi, khususnya dengan perkembangan teknologi yang semakin mutakhir dan canggih, serta memasuki era revolusi industri 4.0 Menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di perguruan tinggi pun dituntut untuk menyesuaikan diri, termasuk dalam menghasilkan dosen berkualitas bagi generasi masa depan. Untuk merespon arus dan pola perubahan era industri 4.0, Menristekdikti tak henti-hentinya melakukan upaya pembenahan dan perbaikan mutu pendidikan tinggi dalam bentuk kebijakan dan terbitan yang beberapa buku KPT, dan terakhir pada tahun 2019. Dengan demikian, Prodi PAI melaksanakan Lokakarya dan Review Kurikulum KKNI sebagai bentuk responsif dan update terhadap perubahan kurikulum KKNI saat ini. Acara ini dihadiri oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang yaitu Wakil rektor 1 bidang akademik, Dekan FAI, seluruh dosen Prodi PAI dan dosen undangan. Acara ini juga langsung dimoderatori oleh Dr. Umiarso, M.Pd selaku kaprodi PAI. Kegiatan ini dimulai dengan sambutan dari Wakil dekan I yaitu Bapak Drs. Agus Purwadi, M.Si yang memaparkan secara jelas, segala hal ihwal terkait perubahan yang terjadi pada kurikulum di Perguruan Tinggi saat ini. Dalam penuturannya, Saat ini kita sebagai dosen tidak boleh alergi dengan perubahan dan harus melek perkembangan zaman, termasuk harus update dengan segala bentuk kebijkan dan perubahan kurikulum, khususnya bagi Prodi PAI, tidak usah sibuk mencari acuan, karena sudah ada standar bakunya yang dibuat oleh pemerintah. Dan hal ini tentunya sangat memudahkan dalam menentukan dan merumuskan kurikulum KKNI. Selain itu, menurut Warek I, bahwa perubahan kurikulum ini KKNI dimulai dari Perpres tahun 2012 tentang KKNI, kemudian pada tahun 2014, 2016 dan muncul lagi adanya Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) SN-Dikti Kemenag 2018 dan terakhir, pada 2019 ini adanya KPT atau buku panduan kurikulum penddidikan tinggi di Era 4.0. Pada sesi kegiatan, terdapat beberapa agenda yang dilakukan yaitu: presentasi materi kurikulum KPT 2018/2019 Era4.0 yang awali dengan paparan dari Prodi Pendidikan Agama Islam yang membahas pola perubahan kurikulum KKNI, termasuk dalam kegiatan pembelajaran. Berlanjut pada presentasi dan review kurikulum oleh ibu Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd. Kemudian, setelah presentasi para dosen dibagi kepada komisi-komisi untuk melakukan review kurikulum KKNI. Pembagian beberapa komisi ini dilakukan agar para dosen yang mengampu mata kuliah dapat mereview Silabus dan RPS sesuai dengan rumpun ilmu dan lebih terfokus tentunya.

Dosen Program Studi Pendidikan Aagama Islam Mengikuti Workshop Penulisan Artikel Jurnal Internasional

Bertempat di ruang sidang senat UMM bersama LPPI (Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah ) mengadakan workshop pelatihan kepenulisan dan publikasi bagi dosen muda . Dosen program studi Pendidikan Agama Islam mengikuti workshop penulisan artikel jurnal internasional yang diselenggarakan oleh lembaga pengembangan publikasi ilmiah. Pemateri pertama bapak Djoko sigit sayogo, Ph.D Djoko sigit sayogo, Ph.D selaku pembicara pertama menyampaikan mengenai makna publikasi ilmiah bagi profesi dosen, trend dunia publikasi terkini dan kaitanya dengan kebijakan publikasi ilmiah Ristekdikti dan outlet publikasi ilmiah: Jurnal, prosiding, dan book chapter. Pembicara kedua, Henik Sukorini, Ph.D menyampaikan materi mengenai originality dan etika publikasi, sumber kepustakaan artikel dan teknik literature review. Pembicara ketiga Dr. Fardini Sabilah, M.Pd menyampaikan terkait tahapan penyiapan artikel yakni 1. Title, author names, affiliation, 2. Abstract & keywords, 3. Introduction, dan 4. Memahami novelty, contribution, dan originality. Pembicara terakhir Zulfatman, Ph.D menyampaikan standar manuscript artikel yakni methods, result dan discussion, condision, references dan acknowledgement

PRODI PAI KEMBALI MEMPERTAHANKAN AKREDITASI A

Program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali terakreditasi A. Keputusan reakreditasi ini telah dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 19 Februari 2019. Prodi PAI telah mempertahankan akreditasi A selama 4 kali proses reakreditasi. Nilai akreditasi kali ini dengan nilai 375. Ketua prodi PAI Dr. Umiarso M.Pd.I mengungkapkan, proses mempertahankan akreditasi A bukanlah hal yang mudah. “Kami harus mempertahankan bahkan meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan pada prodi PAI ini,” ujarnya kepada tim Humas Prodi PAI. Meskipun demikian, ia mengakui, pekerjaan berat jika dilakukan bersama dan penuh komitmen akan mencapai hasil yang maksimal. Umiarso yang mewakili pihak prodi mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga kampus khususnya pimpinan UMM yang terus mendorong untuk peningkatan mutu dan pelayanan tersebut. “Terima kasih kepada pimpinan kampus, fakultas, prodi dan juga alumni atas dukungannya seperti sarana, ide, gagasan dan hal lainnya sehingga kami (prodi) dapat mempertahankan akreditasi A,” tambahnya. Dekan Fakulats Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang Prof Dr. Tobroni, M.Si mengarepsiasi raihan prodi PAI yang mempertahankan akreditasi A. “Ini merupakan hasil kerja nyata yang menunjukan kesungguhan kinerja. Kami (pimpinan) berharap langkah ini bisa diikuti oleh prodi-prodi yang lain yang ada di lingkungan Fakultas Agama Islam.

Kuliah Umum Strategi Manajemen Diri Islami

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FIAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah umum bertajuk “Kontekstualisasi Pendidikan Islam dalam Dinamika Pemikiran Global” Rabu 21 Februari 2020. Kuliah umum yang berlangsung di Aula Gedung GKB.4 lantai 4 menghadirkan Dr. Sri Minarti, M.Pd.I. Dr. Sri Minarti, M.Pd.I dalam kuliah umum ini menyampaikan bahwa manajemen diri islami adalah strategi dalam mengelola diri sendiri atau mengembangkan karakter/kebiasaan diri yang didasarkan pada nilai-nilai al-Fatihah secara utuh dan mendalam. Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memahami makna yang terkandung di dalam al-Fatihah tersebut, dibaca setiap shalat dengan memahami maknanya untuk bisa mengaplikasikan apa yang termaktub di ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tahapan strategi menajemen diri islami adalah: Pertama, kesadaran diri, yaitu introspeksi diri, membuka diri untuk menerima dan memberi, membuka hati dan pikiran dengan mengembangkan potensi dalam membangun keseimbangan diri. Kedua, jernihkan hati, karena hati adalah raja yang menggerakkan bagian tubuh lain, dari hati bersih akan muncul kasih sayang sebagai pilar kebahagiaan. Ketiga, membangun komitmen spiritual, yaitu niat adalah motivasi awal dalam melakukan tindakan, saat ini dan tidak menunda-nunda lagi untuk melakukan suatu kebaikan. Keempat, pembiasaan dalam shalat, mendalami makna al-Fatihah, dan pada akhirnya terbangun karakter, maka keberhasilan dan keberkahan akan kita gapai. Akhir kata, strategi manajemen diri atau mengelola diri secara islami dapat digunakan oleh pimpinan untuk menginspirasi memberi kepercayaan kepada kolega atau bawahan untuk memimpin diri mereka sendiri dengan cara memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang ada di dalam al-Qur’an surat al-Fatihah ayat 1-7.