Hai, Sudah Tau Dengan Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.SI.

Hai, Everyone! Jumpa kembali di Cerita Harian Biografi Hari Ini menemani aktifitas sobat millenial PAI UMM di masa Covid-19. Kali ini mimin akan memperkenalkan kepada teman-teman salah satu figur kebanggan prodi PAI, yaitu Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.SI   Trendi, ramah, komunikatif dan humoris, begitulah kesan bagi siapa pun yang mengenal atau bahkan hanya sekedar mengetahui sosok Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.SI. atau yang akrab disapa Prof. Syamsul ini. Berbeda dengan kebanyakan Guru Besar di berbagai universitas di Indonesia, beliau yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Muhammadiyah Malang (2016 – 2020) dan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan al-Islam-Kemuhammadiyahan (AIK) (2020 – 2024) ini tak sedikit pun menyiratkan perangai yang membosankan meski memiliki seabrek pekerjaan dan jabatan. Sebagai Guru Besar di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UMM, pria kelahiran Sampang, 22 Desember 1967 ini memiliki ratusan gagasan yang terus diproduksi bak ‘jamur di musim hujan’, entah yang tertulis dalam buku-buku, jurnal, artikel ilmiah, artikel di koran, maupun yang disampaikan melalui seminar berskala nasional dan internasional. Begitulah sosok profesor yang memiliki gaya millenial dan guyonan-guyonan khas orang Madura ini, beliau masih produktif terhadap hobinya, yaitu menulis. Bagi Prof. Syamsul menulis adalah bagian dari jiwanya. Saking produktifnya, Prof. Syamsul bahkan – seperti yang diutarakan banyak dosen di UMM – saat perjalanan dinas ke luar kota, beliau masih menyempatkan diri untuk menuliskan opininya di salah satu surat kabar terkemuka. Tentu saja, bagi kita yang masih muda tak ada kata lain selain kata takjub “wow!”, bagaimana bisa beliau membagi cabang pikirannya ke berbagai hal? Di kalangan mahasiswa, beliau terkenal dengan kebiasaan unik yang dilakukannya tatkala sedang mengajar. Prof. Syamsul sering membawa setumpuk buku yang sedang dibacanya, sembari mengajar beliau juga membagikan ilmu yang tentunya kredibel dan relevan sesuai dengan referensi yang sedang dibaca. Hal ini telah menambah rasa bangga dan kecintaan kita terhadap keilmuan PAI. Beliau telah menjadi icon ideal yang tak dapat disangsikan bagi setiap orang. FYI, di samping aktivitasnya sebagai petinggi kampus dan Guru Besar, beliau juga sporty banget, siapa pun yang sering berolahraga di Stadion UMM pada setiap hari sabtu tentu kenal dengan gaya kacamata di atas rambut, serta raket yang digenggamnya. Ya, beliau adalah pecinta tenis lapangan! Janganlah lupa menyapa beliau jika bertemu, Oke? Bonus informasi menarik bagi sobat millenial untuk lebih dekat dengan Prof. Syamsul,  rasanya kurang lengkap bila mengesampingkan fakta menarik dari putri beliau juga, yaitu Sophia Mega Sabila. Alumni milenial kece UMM ini aktif berkecimpung sebagai Youtuber dan Podcaster sejak masih mahasiswa. Melalui channel youtubenya “Sophia Mega” dan podcast Spotify  “Meja Bekerja”, ia berbagi dan berkreasi dengan berbagai macam konten yang ia miliki. Sophia Mega banyak mengulas alias me-review buku untuk diceritakan ulang dengan bahasa yang mudah dan asik tentunya. Di berbagai segmen yang ia sajikan, ia juga turut membawa kita untuk bersama menyusun pola berfikir dalam memaknai berbagai hal sehingga ia mampu menciptakan mindset-mindset hebat kepada para penyimak konten setianya. Tentu hal ini sangat dipengaruhi oleh sang ayah, Prof. Syamsul yang memiliki jadwal setiap bulan untuk ke toko buku demi memenuhi hasrat membacanya. Sophia Mega pun begitu, hingga mampu melahirkan karya bukunya sendiri yang fenomenal berjudul “Lo Ngerti Siapa Gue”. Memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ya, sobat millenial. Pokoknya idaman bangetlah profesor yang satu ini. (Rahz)

KOLOKIUM PENDIDIKAN ISLAM PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM-FAI-UMM.

Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kolokium Doktor menghadirkan 4 narasumber dari kalangan internal untuk mempresentasikan disertasi doktoralnya. Seminar sehari ini diadakan di aula GKB 3 lantai 6 UMM, rabu  (4/3/2020) yang dimoderatori oleh M.Yusuf, M.Pd.I. Sesi pertama kolokium diisi Dr Romelah, M,Ag mengangkat tema “Model Pembelajaran Integrasi Mata Pelajaran PAI dan Umum: Studi Multi Kasus di SMP Putri Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) Kabupaten Malang dan MTs Surya Buana Kota Malang“ Di sesi kedua,  Dr. Faridi, M,Si mengangkat bahasan “AktualisasiModelPendidikanKarakterBerbasisNilai-NilaiIslam(Studi pada Bedhol Bhawikarsu di SMAN 3 Malang) Sesi ketiga, Dr.Nurul Humaidi, M,Ag mengaangkat bahasa “Pesantren Muhammadiyah: Kajian Historis Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, 1948-1997” Sesi keempat, Dr.Umiarsi, M.Pd.I mengangkat tema ““Kepemimpinan Transformasional Kiai pada Pengembangan Pesantren dalam Perspektif Interaksionisme Simbolik: Studi Multisitus di Pesantren al-Falah Karangharjo dan Pesantren Nurul Islam Antirogo Kabupaten Jember” Kemudian dilanjutkan oleh bapak Prof. Dr.Imam Suprayogo sebagai pembanding menyampaikan sangat mengapresiasi atas raihan keempat doktor baru di prodi PAI karna keempatnya merupakan hasil didikan beliau semasa masih menjabat warek 1 tahun sembilan puluhan di umm. Sementara, Prof Dr.Tobroni Msi sekaligus selaku dekan FAI dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Kolokium ini, baginya,merupakan salah satu tradisi yang coba dikembangkan oleh UMM untuk memberikan apresiasi terhadap raihan-raihan ilmuan intelektual yang didapatkan oleh dosen UMM.

KUNJUNGAN DOSEN PRODI PAI-UMM KE UAD YOGYAKARTA “PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL”

Literasi sebenarnya tidak sekadar membaca dan menulis, tetapi literasi data, manusia dan teknologi. Pembelajaran di era digital, teknologi bagian pembelajaran. Guru harus bisa menanamkan nilai. Demikian diungkapkan Dina Mardiana MPdI, dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam seminar ‘Education in Digital Era’ di Islamic Center UAD, Ringroad Selatan, Bantul, Sabtu (09/03/2020). Hadir pula narasumber Muhammad Yusuf MPdI (dosen PAI-UMM) dengan narasumber Anna Tri Ridho MPdI. Visiting Lecturer UM Malang ini bertema ‘Education in Digital Era’ diberi pengantar Farid Setiawan MPdI (Kaprodi PAI-UAD) dan dibuka Dr Nur Kholis MAg (Dekan FAI-UAD). Menurut Dina Mardiana, pendidikan era digital, teknologi sudah saatnya diaplikasikan, bukan sekadar diwacanakan. Contoh, kalau siswa pendidikan SD, SMP, SMA/SMK masih membawa buku seabreg ke sekolah, itu menandakan pembelajaran masih konvensional. “Saatnya, menggunakan teknologi untuk pembelajaran, seperti website,” katanya. Sedangkan Muhammad Yusuf lebih banyak mengupas Strategi dan Evaluasi Pendidikan. Sebelumnya, Farid Setiawan MPdI dan Dr Nur Kholis MAg dalam sambutan secara senada mengatakan, prodi PAI pola pembelajarannya sangat kontekstual dan menggunakan teknologi pembelajaran yang canggih. “PAI mau dan mampu berkolaborasi dan bersinergi,” kata Farid Setiawan. Selain itu, kata Nur Kholis, menunut ilmu harus tekun, sabar dan ikhlas. “Berlandaskan keikhlasan ilmu akan terserap dengan mudah,” tambah Nur Kholis.

Kuliah Umum Strategi Manajemen Diri Islami

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas  Agama Islam (FIAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah umum bertajuk “Kontekstualisasi Pendidikan Islam dalam Dinamika Pemikiran Global” Rabu 21 Februari 2020. Kuliah umum yang berlangsung di Aula Gedung GKB.4 lantai 4 menghadirkan Dr. Sri Minarti, M.Pd.I. Dr. Sri Minarti, M.Pd.I dalam kuliah umum ini menyampaikan bahwa manajemen diri islami adalah strategi dalam mengelola diri sendiri atau mengembangkan karakter/kebiasaan  diri  yang didasarkan pada  nilai-nilai al-Fatihah secara utuh dan mendalam. Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memahami makna yang terkandung di dalam al-Fatihah tersebut, dibaca setiap shalat dengan memahami maknanya  untuk bisa mengaplikasikan apa yang termaktub di ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.  Tahapan strategi menajemen diri islami adalah: Pertama, kesadaran diri, yaitu introspeksi diri, membuka diri untuk menerima dan memberi, membuka hati dan pikiran dengan mengembangkan potensi dalam membangun keseimbangan diri. Kedua, jernihkan hati, karena hati adalah raja yang menggerakkan bagian tubuh lain, dari hati bersih akan muncul kasih sayang sebagai pilar kebahagiaan. Ketiga, membangun komitmen spiritual, yaitu niat adalah motivasi awal dalam melakukan tindakan, saat ini dan tidak menunda-nunda lagi untuk melakukan suatu kebaikan. Keempat, pembiasaan dalam shalat, mendalami makna al-Fatihah, dan  pada akhirnya  terbangun karakter, maka keberhasilan dan keberkahan akan kita gapai. Akhir kata, strategi manajemen diri atau mengelola diri secara islami  dapat digunakan oleh pimpinan untuk menginspirasi memberi kepercayaan kepada kolega atau bawahan untuk memimpin diri mereka sendiri dengan cara memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang ada di dalam al-Qur’an surat al-Fatihah ayat 1-7.

WORSHOP PENULISAN ARTIKEL JURNAL TEREPUTASI NASIONAL DAN INTERNASIONAL

Menulis karya ilmiah untuk dipublikasikan pada Jurnal Nasional dan Internasional ber-reputasi merupakan salah satu tugas dan kewajiban setiap dosen. pada tahun 2017 Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menerbitkan aturan yang mewajibkan dosen menulis karya ilmiah untuk memperoleh tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan guru besar. Regulas ini membuat seluruh Perguruan Tinggi terus mengasah kemampuan para dosennya agar mahir menulis di jurnal ilmiah Nasional maupun internasional dengan reputasi tinggi. Demikian hal dengan dengan Prodi PAI-FAI-Universitas Muhammadiyah Malang, yang berupaya melatih kemampuan para dosen-dosennya dengan menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Jurnal Tereputasi. Hadir sebagai pemateri dalam Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Internasional adalah Prof.Dr. Muhammad Adlin Sila, MA,Ph.D (BALITBAG KEMENAG) dan Prof. Dr. Tobroni,M.Si (Dekan FAI-UMM). Warek I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin., saat membuka pelatihan tersebut berharap agar dalam pelatihan terebut benar-benar mampu dimanfaatkan oleh para dosen Prodi PAI-UMM. Sehingga mampu memberikan pencerahan dan wawasan cara menulis ilmiah yang baik agar dosen tidak gamang dan ragu-ragu untuk mengirimkan tulisan ilmiahnya ke jurnal Internasional bereputasi. Ketua Panitia kegiatan, M.Yusuf, M.Pd.I mengungkapkan bahwa pelatihan penulisan artikel jurnal nasional dan internasional merupakan salah satu bentuk tindaklanjut kerja sama PUSLITBAG Kemenag dengan Prodi PAI-Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.

PRODI PAI MENGADAKAN WORSHOP PENULISAN ARTIKEL JURNAL BEREPUTASI NASIONAL DAN INTERNASIONAL

Menulis karya ilmiah untuk dipublikasikan pada Jurnal Nasional dan Internasional ber-reputasi merupakan salah satu tugas dan kewajiban setiap dosen. pada tahun 2017 Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menerbitkan aturan yang mewajibkan dosen menulis karya ilmiah untuk memperoleh tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan guru besar. Regulas ini membuat seluruh Perguruan Tinggi terus mengasah kemampuan para dosennya agar mahir menulis di jurnal ilmiah Nasional maupun internasional dengan reputasi tinggi. Demikian hal dengan dengan Prodi PAI-FAI-Universitas Muhammadiyah Malang, yang  berupaya melatih kemampuan para dosen-dosennya dengan menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Jurnal Tereputasi. Hadir sebagai pemateri dalam Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Internasional adalah Prof.Dr. Muhammad Adlin Sila, MA,Ph.D (BALITBAG KEMENAG) dan Prof. Dr. Tobroni,M.Si  (Dekan FAI-UMM). Warek I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin., saat membuka pelatihan tersebut berharap agar dalam pelatihan terebut benar-benar mampu dimanfaatkan oleh para dosen Prodi PAI-UMM. Sehingga mampu memberikan pencerahan dan wawasan cara menulis ilmiah yang baik agar dosen tidak gamang dan ragu-ragu untuk mengirimkan tulisan ilmiahnya ke jurnal Internasional bereputasi. Ketua Panitia kegiatan, M.Yusuf, M.Pd.I  mengungkapkan bahwa pelatihan penulisan artikel jurnal nasional dan internasional merupakan salah satu bentuk tindaklanjut kerja sama PUSLITBAG Kemenag dengan Prodi PAI-Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.

DOSEN PAI-UMM MENYELENGGARAKAN PELATIHAN MANAJEMEN KELAS KEPADA GURU GURU MADRASAH DI KABUPATEN BLITAR

Pembelajaran abad ke-21 adalah salah satu tantangan yang harus diantisipasi dan dihadapi dalam dunia pendidikan. Sebagaimana diketahui, perkembangan teknologi pada abad ke-21 sangatlah pesat. Perkembangan dalam bidang teknologi menyebabkan terjadinya perubahan pada kepribadian dan kebiasaan masyarakat. Karenanya, pendidikan disesuaikan dengan perkembangan zaman yang ada, begitu pula dengan guru yang memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Guru adalah profesi yang tidak akan tergantikan teknologi, tetapi guru harus mampu menghadapi perubahan. Berangkat dari salah satu alasan tersebut, Prodi PAI Kerjasama antara Majelis Dikdasmen Kabupaten Blitar dengan Direktorat Guru dan Kependidikan Madrasah Kementrian Agama Republik Indonesiamengadakan pelatihan dengan Tema “Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah dalam Pembelajaran yang Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Kritis (HOTS)” Pelatihan tersebut dihadiri oleh guru-guru madrasah dan sekolah muhammadiyah sekabupaten Blitar sejumlah 50 peserta.Diharapkan, peserta yang mengikuti pelatihan ini mampu menerapkan metode-metode yang disampaikan selama pelatihan berlangsung. adapun pemateri dari prodi PAI UMM yang terdiri dari 1. Nafik Muthohirin, MA, 2. Zulfikar Yusuf, M.Pd.I. 3. I’anatut Thoifah, M.Pd.I 4. Dina Mardiana, M.Pd.I. Ketua Dikdasmen (Jasmani, S.Ag) berharap semoga  Acara ini bermanfaat untuk lembaga pendidikan di bawah Dikdasmen. Para guru sangat respon berbagai kegiatan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Semangat mereka sangat besar untuk belajar. Harapannya kerjasama ini dapat terus berlanjut untuk pengembangan lembaga maupun para guru-guru.

Workshop Pengusulan Jabatan Dosen Muda PAI

Sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan usulan jabatan fungsional akademik bagi Dosen muda fakultas Agama Islam PAI lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang, Prodi Pendidikan Agama Islam(PAI) menyelenggarakan Workshop Pengusulan Jabatan Fungsional Akademik. 25 peserta dari berbagai program studi di lingkungan fakultas agama Islam-Universitas Muhammadiyah Malang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Ruang MT Lantai 3 GKB 3 Universitas Muhammadiyah Malang. Drs M. Syarif, M,Ag selaku Wadek II FAI-UMM dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu tugas dari Wadek II adalah melayani tenaga administratif maupun tenaga edukatif didalam pengembangan diri SDM yang ada. Kaitannya dengan tenaga edukatif kegiatan ini adalah upaya untuk melayani dalam meningkatkan kualifikasi jabatan fungsional Dosen, sebab Dosen memiliki kewajiban utama yaitu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan untuk pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini, sangat terkait erat dengan peningkatan jabatan fungsional Dosen. Tri Dharma Perguruan Tinggi ini sebagai kewajiban Dosen dan harus dilaksanakan sepenuhnya dari unsur pendidikan, unsur penelitian, unsur pengabdian masyarakat dan unsur penunjang.Secara teknis usulan, sebenarnya sistem baru ini sangat memudahkan usulan Dosen untuk mencapai usulan jabatan fungsional tertinggi yaitu Guru Besar. Tentu pengusul tinggal menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan khususnya untuk unsur penelitian, aktifitas dalam publikasi di jurnal internasional atau jurnal bereputasi. Materi pelatihan pengusulan jabatan fungsional disampaikan oleh Upik ,M.Pd.I, dan di dampingi stafnya dari Kopertais IV Surabaya. Dari pelatihan ini diharapkan meningkatnya jumlah Dosen muda di lingkungan Prodi PAI-FAI-Universitas Muhammadiyah Malang yang memiliki jabatan fungsional.

Lokakarya Dan Review Kurikulum Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang

Program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan Lokakarya dan Review Kurikulum KKNI Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) FAI-UMM. Perlunya kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu kurikulum, termasuk pada aspek kegiatan pembelajaran di prodi PAI mengingat arus globalisasi dunia pada saat ini yang tidak dapat dielakkan lagi, khususnya dengan perkembangan teknologi yang semakin mutakhir dan canggih, serta memasuki era revolusi industri 4.0 Menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di perguruan tinggi pun dituntut untuk menyesuaikan diri, termasuk dalam menghasilkan dosen berkualitas bagi generasi masa depan. Untuk merespon arus dan pola perubahan era industri 4.0, Menristekdikti tak henti-hentinya melakukan upaya pembenahan dan perbaikan mutu pendidikan tinggi dalam bentuk kebijakan dan terbitan yang beberapa buku KPT, dan terakhir pada tahun 2019. Dengan demikian, Prodi PAI melaksanakan Lokakarya dan Review Kurikulum KKNI sebagai bentuk responsif dan update terhadap perubahan kurikulum KKNI saat ini. Acara ini dihadiri oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang yaitu Wakil rektor 1 bidang akademik, Dekan FAI, seluruh dosen Prodi PAI dan dosen undangan. Acara ini juga langsung dimoderatori oleh Dr. Umiarso, M.Pd selaku kaprodi PAI. Kegiatan ini dimulai dengan sambutan dari Wakil dekan I yaitu Bapak Drs. Agus Purwadi, M.Si yang memaparkan secara jelas, segala hal ihwal terkait perubahan yang terjadi pada kurikulum di Perguruan Tinggi saat ini. Dalam penuturannya, Saat ini kita sebagai dosen tidak boleh alergi dengan perubahan dan harus melek perkembangan zaman, termasuk harus update dengan segala bentuk kebijkan dan perubahan kurikulum, khususnya bagi Prodi PAI, tidak usah sibuk mencari acuan, karena sudah ada standar bakunya yang dibuat oleh pemerintah. Dan hal ini tentunya sangat memudahkan dalam menentukan dan merumuskan kurikulum KKNI. Selain itu, menurut Warek I, bahwa perubahan kurikulum ini KKNI dimulai dari Perpres tahun 2012 tentang KKNI, kemudian pada tahun 2014, 2016 dan muncul lagi adanya Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) SN-Dikti Kemenag 2018 dan terakhir, pada 2019 ini adanya KPT atau buku panduan kurikulum penddidikan tinggi di Era 4.0. Pada sesi kegiatan, terdapat beberapa agenda yang dilakukan yaitu: presentasi materi kurikulum KPT 2018/2019 Era4.0 yang awali dengan paparan dari Prodi Pendidikan Agama Islam yang membahas pola perubahan kurikulum KKNI, termasuk dalam kegiatan pembelajaran. Berlanjut pada presentasi dan review kurikulum oleh ibu Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd. Kemudian, setelah presentasi para dosen dibagi kepada komisi-komisi untuk melakukan review kurikulum KKNI. Pembagian beberapa komisi ini dilakukan agar para dosen yang mengampu mata kuliah dapat mereview Silabus dan RPS sesuai dengan rumpun ilmu dan lebih terfokus tentunya.