KULIAH UMUM MAHASISWA PRODI PAI BERSAMA SYEKH ALI JABER
Kuliah umum yang diselenggarakan oleh program studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI) diikuti oleh semua mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama. Kuliah umum ini dilaksanakan secara Daring melalui aplikasi Zoom dan You Tobe pada tanggal 5 Oktober 2020. Kuliah umum ini diselenggarakan dalam rangka memberikan wawasan baru bagi mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam baik bagi Mahasiswa baru maupun mahasiswa lama. Kuliah Umum ini dimulai pada pukul 08:30 – 11:30:00 Wib. Pembicara pertama dimulai oleh bapak Prof. Dr. Suyitno, M.Ag selaku Direktur pada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Pembicara Kedua Dekan Fakultas Agama Islam oleh Prof. Dr. Tobroni, M.Si. dan pembicara inti pada kuliah tamu kali ini adalah Syekh Ali Jaber, beliau adalah seorang ulama berasal dari Madinah yang sudah cukup terkenal di Indonesia. Prof. Dr. Suyitno, M.Ag dalam paparannya menyebutkan ada empat yang harus dikembangkan oleh mahasiswa, yang pertama pengembangan intelektual, kedua pengembangan profesionalitas, ketiga pengembangan sosial kemasyarakatan, dan keempat pengembangan karakter, moral dan akhlak mulia. Pada sesi kedua dekan FAI-UMM menyampaikan bahwa mahasiswa harus tetap bersikap optimis dalam menghadapi Covid 19 pada masa new normal sekarang ini dengan menegaskan bahwa pada masa sulit akan lahir orang-orang yang tangguh dan kreatif dalam menghadapi persoalan kehidupan dimasa yang akan datang. Disesi akhir acara syekh Ali Jaber menyampaikan bahwa rasulullah SAW di utus Kemuka bumi ini untuk Menyempurnakan akhlak manusia, dengan akhlakul adzhin sebagaimana tertuang dalam surat al-Qalam. Beliau juga menyampaikan bahwa inti ajaran agama Islam itu adalah hablum minallah dan hablum minannas.
Beasiswa Yatim/Yatim Piatu Prodi PAI-UMM T.A 2020/2021

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah salah satu program studi yang ditunjuk oleh Universitas Muhammadiayh Malang dalam rangka mempersipakan kader-kader persyarikatan Muhammadiyah, dengan membuka kesempatan kepada siswa/siswi lulusan SMA/SMK/MA untuk melanjutkan studI di UMM tahun akademik 2020/2021 melalui jalur Program Beasiswa Yatim/Yatim Piatu. Adapun ketentuan/persyaratan silahkan download pada link berikut ini: http://pai.umm.ac.id/files/file/Tawaran Beasiswa Yatim 2020(1).pdf Shared:
Pelatihan Pembelajaran Berbasis Luaran

Pelatihan pembelajaran berbasis luaran yang dislenggarakan oleh program studi Pendidikan Agama Islam diikuti oleh Dosen dosen Prodi PAI, baik dosen muda maupun dosen senior. Pelatihan pembelajaran berbasis luaran ini dilaksanakan di ruang 507 GKB 2 lantai 5 Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 5 September 2020. Pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka menguatkan pemahaman model pembelajaran berbasis luaran dalam rangka mensukseskan program prodi PAI lulus tanpa harus mengerjakan tugas akhir berupa skripsi, namum bisa berupa artikel ilmiah yang terbit di jurnal nasional terakreditasi. Pelatihan pembelajaran berbasis luaran ini dimulai pukul 08:30-14:00 Wib. Acara pelatihan pembelajaran berbasis luaran ini dibuka oleh dekan Fakultas Agama Islam oleh Prof. Dr. Tobroni, M.Si. Adapun pemateri pada pelatihan pembelajaran berbasis luaran kali ini adalah Dr. Fardini Sabilah, M.Pd, beliau adalah dosen Prodi Bahasa Inggris sekaligus ketua LPPI-UMM dan Dr. Khozin, M.Si beliau dosen Prodi PAI juga sebagai Kepala UPT P2KK-UMM. Disesi akhir acara kedua pembicara berharap dengan adanya pelatihan ini akan semakin banyak artikel artikel yang terbit di berbagai jurnal nasional baik dari dosen maupun dari kalangan mahasiswa dan akan meningkatkan rangking Universitas Muhammadiyah Malang di kancah nasional maupun internasional dalam publikasi artikel jurnal ilmiah .
DOSEN PAI MENGIKUTI PELATIHAN TEACHING MATERIAL & PENDAMPINGAN EL-MU

Prodi PAI-UMM- dalam rangka memprkuat dan meningkatkan sistem pembelajaran online pada masa pademi covid 19, dosen-dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam Mengikuti Pelatihan Teaching Material dan Pendampingan EL-MU yang diselengarankan oleh fakultas Agama Islam di Laboratorium Ilmu Komunikasi, Dome UMM Gate C lantai dasar. Pada pelatihan ini, para dosen Pendidikan Agama Islam diperkuatkan lagi terkait dengan Learning Management System (LMS) yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Disesi terakhir pelatihan pemateri berharap dengan adanya pelatihan kali ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran daring tahun akademik 2020/2021 khusunya pada masa pandemi covid 19.
Pendampingan penulisan Artikel Jurnal

Workshop Pembelajaran Berbasis Luarandan Penulisan Artikel Jurnal Berbasis Block Grant
Talk Show Tren Berdakwah di Media Sosial

Talk Show Tren Berdakwah di Media Sisial: Peluang dan Tantangan bagi Mahasiswa PAI
Enam Dosen Prodi PAI Menerima SK Kepangkatan Dari Kopertais Wilayah IV

Program Studi Pendidikan Agama Islam telah melaksanakan penyerahan SK Jabatan Fungsional dan Kenaikan Pangkat dosen yang dilaksanakan pada hari senin tanggal 20 Juli 2020 bertempat di AULA BAU Universitas Muhammadiyah Malang dan diserahkan secara langsung oleh Dekan Fakultas Agama Islam Prof. Dr. H. Dr.Tobroni, M.Si didampingi oleh Wakil Dekan 2 Fakultas Agama Islam Drs. M. Syarif, M.Ag. Adapun yang menerima Surat Keputusan (SK) tersebut diantaranya Suherman, M.Pd.I, Dr. Umiarso, M.Pd.I, Mohammad Kamaluddin, M.Si, Muhammad Yusuf, M.Pd.I, I’anatut Thoifah, M.Pd.I dan Dina Mardiana, M.Pd.I. Dekan Fakulatas Agama Islam dalam sambutannya menyampaikan bahwa semua dosen tidak boleh puas dengan kepangkatan yang sudah diraih saat ini karna puncak karir tertinggi dosen adalah menjadi Profesor.
PERTEMUAN DOSEN PRODI PAI DENGAN DEKANAT FAI-UMM

Puluhan dosenProdi Pendidikan Agama Islam-Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (Prodi PAI-FAI-UMM) menghadiriUndangan Kaprodi PAI dalam rangka rapat dengan dekanat yang dihadiri oleh Dekan FAI Prof. Dr.Tobroni, M.Si dan Wadek II M. Syarif, M.Ag. Dekan FAI-UMM menyampaikan Pada masa pandemi ini perlu terus melakukan inovasi, dari inovasi administratif dan terkhususkan pada pembelajaran. Menciptakan budaya kerja yang efektif dan produktif. semua dosen Prodi PAI harus meningkatkan kinerja dan layanan kepada mahasiswa pada masa pandemi covid 19 seperti bimbingan skripsi online dan memaksimalkan peran dosen wali.
SING TEKUN, TEKAN.

Hai, everyone! Jumpa kembali di Cerita Harian Biografi Hari Ini. Apa saja yang sudah sobat millennial lakukan selama pandemi Covid-19? Apakah kalian sudah pandai bin lihai dalam manajemen organisasi? Atau kalian sedang belajar manajemen organisasi yang baik? Prodi PAI memiliki salah satu sosok yang terkenal akan manajemen organisasi nya, lho. Beberapa kegiatan profesi dan sosial keagamaan yang beliau jalani di samping menjadi dosen adalah Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) / Pembina Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN-PDM) kota Malang periode 2005-2010 dan periode 2010- sekarang, Direktur Perguruan Muhammadiyah Tlogomas Kota Malang membawai MTs Muhammadiyah 1, MA Muhammadiyah 1 dan SMK Muhammadiyah 2 tahun 2004-2016, Koordinator Persidangan Muktamar Muhammadiyah ke-45 tahun 2005 di Malang, Wakil Sekretaris Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah Periode 2015-2020, Asesor BAP (Badan Akreditasi Provinsi) untuk SMA/MA di Jawa Timur 2008-sekarang, dan lain sebagainya. Beliau juga memiliki beragam pengalaman jabatan di UMM, diantaranya Kepala Bagian Pengajaran AIK di bawah BAA, 1998-2000, Kepala Bagian Pendidikan, Pengajaran dan Akreditasi di bawah BAA, 2000-2003, Kepala BPM (Badan Pemakmuran Masjid) UMM, membawai tiga masjid kampus (AR. Fachruddin, Ad-Dakwah & KH. Bedjo Darmoleksono) tahun 2004-2005, Dekan FAI (Fakultas Agama Islam) UMM tahun 2005-2009, Kepala BAA (Biro Administrasi Akademik) – UMM April 2009 – Desember 2010, Kepala UPT-P2KK (Unit Pelaksana Teknis Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan)-UMM April 2013 – sekarang). Siapa lagi jika bukan, Dr. Khozin. M.SI. Keaktifan beliau dalam berorganisasi mulai tertanam sejak MI, MTs, MA hingga berlanjut sebagai mahasiswa. Berawal dari kesenangan dalam diri beliau untuk menolong dan berbagi, beliau tetap gigih dan tekun menjalani berbagai macam peran yang diamanahkan. Sobat penasaran ngga sih bagaimana bisa beliau mengatur berbagai peran di waktu yang bersamaan? Mimin beri bocorannya nih, kunci beliau adalah mengatur kesibukan. Iya, mengatur kesibukan itu termasuk bagian dari softskill, loh. Kecakapan yang tidak tampak ini harus dipelajari setiap orang. Hal ini termasuk kecakapan dalam memanaje waktu. Semua tergantung rolenya atau perannya. Saat role menjadi dosen, beliau melayani mahasiswa. Saat berada di rumah, melayani istri dan anak. Saat kuliah S3 sebagai mahasiswa, beliau memposisikan peran juga. Waktu demi waktu beliau atur dengan sebaik-baiknya. FYI, bahkan di setiap perjalanan panjang beliau dari satu kota ke kota lainnya, beliau lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan membaca dan menulis alih-alih menghabiskan waktu di perjalanan dengan tidur atau bahkan mendengarkan musik senja seperti kebanyakan dari kita. Bagi mahasiswa yang sering mengikuti kelas beliau, pasti tidak asing dengan motivasi di setiap perkuliahan beliau dengan kalimat penutup yang menggigit, “sing tekun, tekan!”. Filosofi hebat orang jawa tersebut beliau dapatkan dari seorang pengusaha kuliner di Yogyakarta. Filosofi yang relate sekali dengan lika liku menjadi mahasiswa dan menjadi organisatoris. Kok bisa? Jadi maksudnya adalah jika sudah kuliah, pintar itu penting. Tapi, orang pintar sering kalah dengan orang yang tekun. Banyak orang yang gagal karena tidak tekun, potensi pintar dan cerdasnya sudah ada. Hanya karena tidak tekun ( tidak khusyu’, tidak fokus, tidak istiqomah, tidak berusaha mencapai sesuatu secara bertahap, inginnya instan) maka tidak jadi. Jika seseorang memimpin tetapi tidak melalui pengalamannya yang berjenjang, tiba-tiba berada di puncak maka dia tidak akan bisa sebab kurang pengalaman. Nah, untuk memecahkan masalah tidak cukup hanya berdasarkan pengalaman. Dalam Bahasa agama orang harus mencari insting a.k.a perlu tirakat, donk. Tirakat seperti sholat malam, puasa dan bagaimana pemecahannya. Tidak cukup hanya bersantai lalu persoalan terpecahkan. Seseorang harus khusyu’ betul, secara spiritual harus kuat. Nah, nanti Allah yang memberikan inspirasi atau pemecahannya yang dalam bahasa tasawwuf adalah kasab. Kasab adalah saat seseorang dihadapkan pada 1 persoalan yang ada di pikiran, di otak, di kepala dan di hatinya tertutup, kemudian oleh Tuhan dibuka. So, terpecahkanlah persoalan tersebut. Menarik sekali bukan rahasia berorganisasi beliau? Pengalaman dan pengetahuan kita adalah seberapa besar waktu, tenaga dan pikiran yang kita curahkan untuk pengetahuan dan pengalaman tersebut. So, jika sobat millenial ingin memiliki pengalaman yang banyak, terlibatlah dalam berbagai macam kegiatan. Oke? (Rahz)
Talk Show Bersama Dosen Milenial

Hadir dan ramaikan kegiatan talkshow bersama dosen milenial. dengan tema : Temuakan Siapa kamu, apa potensimu bersama dosen muda Program Studi Pendidikan Agama Islam I’anatut Thoitah, Spd.I. Fahrudin Mukhlis, S. Fil.I., dan Muhamamd Yusuf, M.Pd.I pada tangal 18 Juli 2020 Pukul 09.00 – 11.00 WIB