Pelatihan Pembelajaran Berbasis Luaran

Pelatihan pembelajaran berbasis luaran yang dislenggarakan oleh program studi Pendidikan Agama Islam diikuti oleh Dosen dosen Prodi PAI, baik dosen muda maupun dosen senior. Pelatihan pembelajaran berbasis luaran ini dilaksanakan di ruang 507 GKB 2 lantai 5 Universitas Muhammadiyah  Malang pada tanggal 5 September 2020. Pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka menguatkan pemahaman model pembelajaran berbasis luaran dalam rangka mensukseskan program prodi PAI lulus tanpa harus mengerjakan tugas akhir berupa skripsi, namum bisa berupa artikel ilmiah yang terbit di jurnal nasional terakreditasi. Pelatihan pembelajaran berbasis luaran ini dimulai pukul 08:30-14:00 Wib. Acara pelatihan pembelajaran berbasis luaran ini dibuka oleh dekan Fakultas Agama Islam oleh Prof. Dr. Tobroni, M.Si. Adapun pemateri pada pelatihan pembelajaran berbasis luaran kali ini adalah Dr. Fardini Sabilah, M.Pd, beliau adalah dosen Prodi Bahasa Inggris sekaligus ketua LPPI-UMM dan Dr. Khozin, M.Si beliau dosen Prodi PAI juga sebagai Kepala UPT P2KK-UMM. Disesi akhir acara kedua pembicara berharap dengan adanya pelatihan ini akan semakin banyak artikel artikel yang terbit di berbagai jurnal nasional baik dari dosen maupun dari kalangan mahasiswa dan akan meningkatkan rangking Universitas Muhammadiyah Malang  di kancah nasional maupun internasional dalam publikasi artikel jurnal ilmiah .   

DOSEN PAI MENGIKUTI PELATIHAN TEACHING MATERIAL & PENDAMPINGAN EL-MU

Prodi PAI-UMM- dalam rangka memprkuat dan meningkatkan sistem pembelajaran online pada masa pademi covid 19, dosen-dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam Mengikuti Pelatihan Teaching Material  dan Pendampingan EL-MU yang diselengarankan oleh fakultas Agama Islam di Laboratorium Ilmu Komunikasi, Dome UMM Gate C lantai dasar. Pada pelatihan ini, para dosen Pendidikan Agama Islam diperkuatkan lagi terkait dengan Learning Management System (LMS)  yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Disesi terakhir pelatihan pemateri berharap dengan adanya pelatihan kali ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran daring tahun akademik 2020/2021 khusunya pada masa pandemi covid 19.

Enam Dosen Prodi PAI Menerima SK Kepangkatan Dari Kopertais Wilayah IV

Program Studi Pendidikan Agama Islam telah melaksanakan penyerahan SK Jabatan Fungsional dan Kenaikan Pangkat dosen yang dilaksanakan pada hari senin tanggal 20 Juli 2020 bertempat di AULA BAU Universitas Muhammadiyah Malang dan diserahkan secara langsung oleh Dekan Fakultas Agama Islam Prof. Dr. H. Dr.Tobroni, M.Si didampingi oleh Wakil Dekan 2 Fakultas Agama Islam Drs. M. Syarif, M.Ag. Adapun yang menerima Surat Keputusan (SK) tersebut diantaranya Suherman, M.Pd.I, Dr. Umiarso, M.Pd.I, Mohammad Kamaluddin, M.Si, Muhammad Yusuf, M.Pd.I, I’anatut Thoifah, M.Pd.I dan Dina Mardiana, M.Pd.I. Dekan Fakulatas Agama Islam dalam sambutannya menyampaikan bahwa semua dosen tidak boleh puas dengan kepangkatan yang sudah diraih saat ini karna puncak karir tertinggi dosen adalah  menjadi Profesor.

PERTEMUAN DOSEN PRODI PAI DENGAN DEKANAT FAI-UMM

Puluhan dosenProdi Pendidikan Agama Islam-Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (Prodi PAI-FAI-UMM) menghadiriUndangan Kaprodi PAI dalam rangka rapat dengan dekanat yang dihadiri oleh Dekan FAI Prof. Dr.Tobroni, M.Si dan Wadek II M. Syarif, M.Ag. Dekan FAI-UMM menyampaikan Pada masa pandemi ini perlu terus melakukan inovasi, dari inovasi administratif dan terkhususkan pada pembelajaran. Menciptakan budaya kerja yang efektif dan produktif. semua dosen Prodi PAI harus meningkatkan kinerja dan layanan kepada mahasiswa pada masa pandemi covid 19 seperti bimbingan skripsi online dan memaksimalkan peran dosen wali.

SING TEKUN, TEKAN.

Hai, everyone! Jumpa kembali di Cerita Harian Biografi Hari Ini. Apa saja yang sudah sobat millennial lakukan selama pandemi Covid-19? Apakah kalian sudah pandai bin lihai dalam manajemen organisasi? Atau kalian sedang belajar manajemen organisasi yang baik? Prodi PAI memiliki salah satu sosok yang terkenal akan manajemen organisasi nya, lho. Beberapa kegiatan profesi dan sosial keagamaan yang beliau jalani di samping menjadi dosen adalah Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) / Pembina Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN-PDM) kota Malang periode 2005-2010 dan periode 2010- sekarang, Direktur Perguruan Muhammadiyah Tlogomas Kota Malang membawai MTs Muhammadiyah 1, MA Muhammadiyah 1 dan SMK Muhammadiyah 2 tahun 2004-2016, Koordinator Persidangan Muktamar Muhammadiyah ke-45 tahun 2005 di Malang, Wakil Sekretaris Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah Periode 2015-2020, Asesor BAP (Badan Akreditasi Provinsi) untuk SMA/MA di Jawa Timur 2008-sekarang, dan lain sebagainya. Beliau juga memiliki beragam pengalaman jabatan di UMM, diantaranya Kepala Bagian Pengajaran AIK di bawah BAA, 1998-2000, Kepala Bagian Pendidikan, Pengajaran dan Akreditasi di bawah BAA, 2000-2003, Kepala BPM (Badan Pemakmuran Masjid) UMM, membawai tiga masjid kampus (AR. Fachruddin, Ad-Dakwah & KH. Bedjo Darmoleksono) tahun 2004-2005, Dekan FAI (Fakultas Agama Islam) UMM tahun 2005-2009, Kepala BAA (Biro Administrasi Akademik) – UMM  April 2009 – Desember 2010, Kepala UPT-P2KK (Unit Pelaksana Teknis Program Pembentukan Kepribadian dan   Kepemimpinan)-UMM April 2013 – sekarang). Siapa lagi jika bukan, Dr. Khozin. M.SI. Keaktifan beliau dalam berorganisasi mulai tertanam sejak MI, MTs, MA hingga berlanjut sebagai mahasiswa. Berawal dari kesenangan dalam diri beliau untuk menolong dan berbagi, beliau tetap gigih dan tekun menjalani berbagai macam peran yang diamanahkan. Sobat penasaran ngga sih bagaimana bisa beliau mengatur berbagai peran di waktu yang bersamaan? Mimin beri bocorannya nih, kunci beliau adalah mengatur kesibukan. Iya, mengatur kesibukan itu termasuk bagian dari softskill, loh. Kecakapan yang tidak tampak ini harus dipelajari setiap orang. Hal ini termasuk  kecakapan dalam memanaje waktu. Semua tergantung rolenya atau perannya. Saat role menjadi dosen, beliau melayani mahasiswa. Saat berada di rumah, melayani istri dan anak. Saat kuliah S3 sebagai mahasiswa, beliau memposisikan peran juga. Waktu demi waktu beliau atur dengan sebaik-baiknya. FYI, bahkan di setiap perjalanan panjang beliau dari satu kota ke kota lainnya, beliau lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan membaca dan menulis alih-alih menghabiskan waktu di perjalanan dengan tidur atau bahkan mendengarkan musik senja seperti kebanyakan dari kita. Bagi mahasiswa yang sering mengikuti kelas beliau, pasti tidak asing dengan motivasi di setiap perkuliahan beliau dengan kalimat penutup yang menggigit,  “sing tekun, tekan!”. Filosofi hebat orang jawa tersebut beliau dapatkan dari seorang pengusaha kuliner di Yogyakarta. Filosofi yang relate sekali dengan lika liku menjadi mahasiswa dan menjadi organisatoris. Kok bisa? Jadi maksudnya adalah jika sudah kuliah, pintar itu penting. Tapi, orang pintar sering kalah dengan orang yang tekun. Banyak orang yang gagal karena tidak tekun, potensi pintar dan cerdasnya sudah ada. Hanya karena tidak tekun ( tidak khusyu’, tidak fokus, tidak istiqomah, tidak berusaha mencapai sesuatu secara bertahap, inginnya instan) maka tidak jadi. Jika seseorang memimpin tetapi tidak melalui pengalamannya yang berjenjang, tiba-tiba berada di puncak maka dia tidak  akan bisa sebab kurang pengalaman. Nah, untuk memecahkan masalah tidak cukup hanya berdasarkan pengalaman. Dalam Bahasa agama orang harus mencari insting  a.k.a perlu tirakat, donk. Tirakat seperti sholat malam, puasa dan bagaimana pemecahannya. Tidak cukup hanya bersantai lalu persoalan terpecahkan. Seseorang harus khusyu’ betul, secara spiritual harus kuat. Nah, nanti Allah yang memberikan inspirasi atau pemecahannya yang dalam bahasa tasawwuf adalah kasab. Kasab adalah saat seseorang dihadapkan pada 1 persoalan yang ada di pikiran, di otak, di kepala dan di hatinya tertutup, kemudian oleh Tuhan dibuka. So, terpecahkanlah persoalan tersebut. Menarik sekali bukan rahasia berorganisasi beliau? Pengalaman dan pengetahuan kita adalah seberapa besar waktu, tenaga dan pikiran yang kita curahkan untuk pengetahuan dan  pengalaman tersebut. So, jika sobat millenial ingin memiliki pengalaman yang banyak, terlibatlah dalam berbagai macam kegiatan. Oke? (Rahz)

Hai, Sudah Tau Dengan Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.SI.

Hai, Everyone! Jumpa kembali di Cerita Harian Biografi Hari Ini menemani aktifitas sobat millenial PAI UMM di masa Covid-19. Kali ini mimin akan memperkenalkan kepada teman-teman salah satu figur kebanggan prodi PAI, yaitu Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.SI   Trendi, ramah, komunikatif dan humoris, begitulah kesan bagi siapa pun yang mengenal atau bahkan hanya sekedar mengetahui sosok Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.SI. atau yang akrab disapa Prof. Syamsul ini. Berbeda dengan kebanyakan Guru Besar di berbagai universitas di Indonesia, beliau yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Muhammadiyah Malang (2016 – 2020) dan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan al-Islam-Kemuhammadiyahan (AIK) (2020 – 2024) ini tak sedikit pun menyiratkan perangai yang membosankan meski memiliki seabrek pekerjaan dan jabatan. Sebagai Guru Besar di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UMM, pria kelahiran Sampang, 22 Desember 1967 ini memiliki ratusan gagasan yang terus diproduksi bak ‘jamur di musim hujan’, entah yang tertulis dalam buku-buku, jurnal, artikel ilmiah, artikel di koran, maupun yang disampaikan melalui seminar berskala nasional dan internasional. Begitulah sosok profesor yang memiliki gaya millenial dan guyonan-guyonan khas orang Madura ini, beliau masih produktif terhadap hobinya, yaitu menulis. Bagi Prof. Syamsul menulis adalah bagian dari jiwanya. Saking produktifnya, Prof. Syamsul bahkan – seperti yang diutarakan banyak dosen di UMM – saat perjalanan dinas ke luar kota, beliau masih menyempatkan diri untuk menuliskan opininya di salah satu surat kabar terkemuka. Tentu saja, bagi kita yang masih muda tak ada kata lain selain kata takjub “wow!”, bagaimana bisa beliau membagi cabang pikirannya ke berbagai hal? Di kalangan mahasiswa, beliau terkenal dengan kebiasaan unik yang dilakukannya tatkala sedang mengajar. Prof. Syamsul sering membawa setumpuk buku yang sedang dibacanya, sembari mengajar beliau juga membagikan ilmu yang tentunya kredibel dan relevan sesuai dengan referensi yang sedang dibaca. Hal ini telah menambah rasa bangga dan kecintaan kita terhadap keilmuan PAI. Beliau telah menjadi icon ideal yang tak dapat disangsikan bagi setiap orang. FYI, di samping aktivitasnya sebagai petinggi kampus dan Guru Besar, beliau juga sporty banget, siapa pun yang sering berolahraga di Stadion UMM pada setiap hari sabtu tentu kenal dengan gaya kacamata di atas rambut, serta raket yang digenggamnya. Ya, beliau adalah pecinta tenis lapangan! Janganlah lupa menyapa beliau jika bertemu, Oke? Bonus informasi menarik bagi sobat millenial untuk lebih dekat dengan Prof. Syamsul,  rasanya kurang lengkap bila mengesampingkan fakta menarik dari putri beliau juga, yaitu Sophia Mega Sabila. Alumni milenial kece UMM ini aktif berkecimpung sebagai Youtuber dan Podcaster sejak masih mahasiswa. Melalui channel youtubenya “Sophia Mega” dan podcast Spotify  “Meja Bekerja”, ia berbagi dan berkreasi dengan berbagai macam konten yang ia miliki. Sophia Mega banyak mengulas alias me-review buku untuk diceritakan ulang dengan bahasa yang mudah dan asik tentunya. Di berbagai segmen yang ia sajikan, ia juga turut membawa kita untuk bersama menyusun pola berfikir dalam memaknai berbagai hal sehingga ia mampu menciptakan mindset-mindset hebat kepada para penyimak konten setianya. Tentu hal ini sangat dipengaruhi oleh sang ayah, Prof. Syamsul yang memiliki jadwal setiap bulan untuk ke toko buku demi memenuhi hasrat membacanya. Sophia Mega pun begitu, hingga mampu melahirkan karya bukunya sendiri yang fenomenal berjudul “Lo Ngerti Siapa Gue”. Memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ya, sobat millenial. Pokoknya idaman bangetlah profesor yang satu ini. (Rahz)

KOLOKIUM PENDIDIKAN ISLAM PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM-FAI-UMM.

Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kolokium Doktor menghadirkan 4 narasumber dari kalangan internal untuk mempresentasikan disertasi doktoralnya. Seminar sehari ini diadakan di aula GKB 3 lantai 6 UMM, rabu  (4/3/2020) yang dimoderatori oleh M.Yusuf, M.Pd.I. Sesi pertama kolokium diisi Dr Romelah, M,Ag mengangkat tema “Model Pembelajaran Integrasi Mata Pelajaran PAI dan Umum: Studi Multi Kasus di SMP Putri Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) Kabupaten Malang dan MTs Surya Buana Kota Malang“ Di sesi kedua,  Dr. Faridi, M,Si mengangkat bahasan “AktualisasiModelPendidikanKarakterBerbasisNilai-NilaiIslam(Studi pada Bedhol Bhawikarsu di SMAN 3 Malang) Sesi ketiga, Dr.Nurul Humaidi, M,Ag mengaangkat bahasa “Pesantren Muhammadiyah: Kajian Historis Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Paciran, 1948-1997” Sesi keempat, Dr.Umiarsi, M.Pd.I mengangkat tema ““Kepemimpinan Transformasional Kiai pada Pengembangan Pesantren dalam Perspektif Interaksionisme Simbolik: Studi Multisitus di Pesantren al-Falah Karangharjo dan Pesantren Nurul Islam Antirogo Kabupaten Jember” Kemudian dilanjutkan oleh bapak Prof. Dr.Imam Suprayogo sebagai pembanding menyampaikan sangat mengapresiasi atas raihan keempat doktor baru di prodi PAI karna keempatnya merupakan hasil didikan beliau semasa masih menjabat warek 1 tahun sembilan puluhan di umm. Sementara, Prof Dr.Tobroni Msi sekaligus selaku dekan FAI dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Kolokium ini, baginya,merupakan salah satu tradisi yang coba dikembangkan oleh UMM untuk memberikan apresiasi terhadap raihan-raihan ilmuan intelektual yang didapatkan oleh dosen UMM.

KUNJUNGAN DOSEN PRODI PAI-UMM KE UAD YOGYAKARTA “PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL”

Literasi sebenarnya tidak sekadar membaca dan menulis, tetapi literasi data, manusia dan teknologi. Pembelajaran di era digital, teknologi bagian pembelajaran. Guru harus bisa menanamkan nilai. Demikian diungkapkan Dina Mardiana MPdI, dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam seminar ‘Education in Digital Era’ di Islamic Center UAD, Ringroad Selatan, Bantul, Sabtu (09/03/2020). Hadir pula narasumber Muhammad Yusuf MPdI (dosen PAI-UMM) dengan narasumber Anna Tri Ridho MPdI. Visiting Lecturer UM Malang ini bertema ‘Education in Digital Era’ diberi pengantar Farid Setiawan MPdI (Kaprodi PAI-UAD) dan dibuka Dr Nur Kholis MAg (Dekan FAI-UAD). Menurut Dina Mardiana, pendidikan era digital, teknologi sudah saatnya diaplikasikan, bukan sekadar diwacanakan. Contoh, kalau siswa pendidikan SD, SMP, SMA/SMK masih membawa buku seabreg ke sekolah, itu menandakan pembelajaran masih konvensional. “Saatnya, menggunakan teknologi untuk pembelajaran, seperti website,” katanya. Sedangkan Muhammad Yusuf lebih banyak mengupas Strategi dan Evaluasi Pendidikan. Sebelumnya, Farid Setiawan MPdI dan Dr Nur Kholis MAg dalam sambutan secara senada mengatakan, prodi PAI pola pembelajarannya sangat kontekstual dan menggunakan teknologi pembelajaran yang canggih. “PAI mau dan mampu berkolaborasi dan bersinergi,” kata Farid Setiawan. Selain itu, kata Nur Kholis, menunut ilmu harus tekun, sabar dan ikhlas. “Berlandaskan keikhlasan ilmu akan terserap dengan mudah,” tambah Nur Kholis.

Kuliah Umum Strategi Manajemen Diri Islami

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas  Agama Islam (FIAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah umum bertajuk “Kontekstualisasi Pendidikan Islam dalam Dinamika Pemikiran Global” Rabu 21 Februari 2020. Kuliah umum yang berlangsung di Aula Gedung GKB.4 lantai 4 menghadirkan Dr. Sri Minarti, M.Pd.I. Dr. Sri Minarti, M.Pd.I dalam kuliah umum ini menyampaikan bahwa manajemen diri islami adalah strategi dalam mengelola diri sendiri atau mengembangkan karakter/kebiasaan  diri  yang didasarkan pada  nilai-nilai al-Fatihah secara utuh dan mendalam. Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memahami makna yang terkandung di dalam al-Fatihah tersebut, dibaca setiap shalat dengan memahami maknanya  untuk bisa mengaplikasikan apa yang termaktub di ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.  Tahapan strategi menajemen diri islami adalah: Pertama, kesadaran diri, yaitu introspeksi diri, membuka diri untuk menerima dan memberi, membuka hati dan pikiran dengan mengembangkan potensi dalam membangun keseimbangan diri. Kedua, jernihkan hati, karena hati adalah raja yang menggerakkan bagian tubuh lain, dari hati bersih akan muncul kasih sayang sebagai pilar kebahagiaan. Ketiga, membangun komitmen spiritual, yaitu niat adalah motivasi awal dalam melakukan tindakan, saat ini dan tidak menunda-nunda lagi untuk melakukan suatu kebaikan. Keempat, pembiasaan dalam shalat, mendalami makna al-Fatihah, dan  pada akhirnya  terbangun karakter, maka keberhasilan dan keberkahan akan kita gapai. Akhir kata, strategi manajemen diri atau mengelola diri secara islami  dapat digunakan oleh pimpinan untuk menginspirasi memberi kepercayaan kepada kolega atau bawahan untuk memimpin diri mereka sendiri dengan cara memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang ada di dalam al-Qur’an surat al-Fatihah ayat 1-7.