WORSHOP PENULISAN ARTIKEL JURNAL TEREPUTASI NASIONAL DAN INTERNASIONAL

Menulis karya ilmiah untuk dipublikasikan pada Jurnal Nasional dan Internasional ber-reputasi merupakan salah satu tugas dan kewajiban setiap dosen. pada tahun 2017 Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menerbitkan aturan yang mewajibkan dosen menulis karya ilmiah untuk memperoleh tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan guru besar. Regulas ini membuat seluruh Perguruan Tinggi terus mengasah kemampuan para dosennya agar mahir menulis di jurnal ilmiah Nasional maupun internasional dengan reputasi tinggi. Demikian hal dengan dengan Prodi PAI-FAI-Universitas Muhammadiyah Malang, yang berupaya melatih kemampuan para dosen-dosennya dengan menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Jurnal Tereputasi. Hadir sebagai pemateri dalam Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Internasional adalah Prof.Dr. Muhammad Adlin Sila, MA,Ph.D (BALITBAG KEMENAG) dan Prof. Dr. Tobroni,M.Si (Dekan FAI-UMM). Warek I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin., saat membuka pelatihan tersebut berharap agar dalam pelatihan terebut benar-benar mampu dimanfaatkan oleh para dosen Prodi PAI-UMM. Sehingga mampu memberikan pencerahan dan wawasan cara menulis ilmiah yang baik agar dosen tidak gamang dan ragu-ragu untuk mengirimkan tulisan ilmiahnya ke jurnal Internasional bereputasi. Ketua Panitia kegiatan, M.Yusuf, M.Pd.I mengungkapkan bahwa pelatihan penulisan artikel jurnal nasional dan internasional merupakan salah satu bentuk tindaklanjut kerja sama PUSLITBAG Kemenag dengan Prodi PAI-Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.

PRODI PAI MENGADAKAN WORSHOP PENULISAN ARTIKEL JURNAL BEREPUTASI NASIONAL DAN INTERNASIONAL

Menulis karya ilmiah untuk dipublikasikan pada Jurnal Nasional dan Internasional ber-reputasi merupakan salah satu tugas dan kewajiban setiap dosen. pada tahun 2017 Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menerbitkan aturan yang mewajibkan dosen menulis karya ilmiah untuk memperoleh tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan guru besar. Regulas ini membuat seluruh Perguruan Tinggi terus mengasah kemampuan para dosennya agar mahir menulis di jurnal ilmiah Nasional maupun internasional dengan reputasi tinggi. Demikian hal dengan dengan Prodi PAI-FAI-Universitas Muhammadiyah Malang, yang  berupaya melatih kemampuan para dosen-dosennya dengan menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Jurnal Tereputasi. Hadir sebagai pemateri dalam Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Internasional adalah Prof.Dr. Muhammad Adlin Sila, MA,Ph.D (BALITBAG KEMENAG) dan Prof. Dr. Tobroni,M.Si  (Dekan FAI-UMM). Warek I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin., saat membuka pelatihan tersebut berharap agar dalam pelatihan terebut benar-benar mampu dimanfaatkan oleh para dosen Prodi PAI-UMM. Sehingga mampu memberikan pencerahan dan wawasan cara menulis ilmiah yang baik agar dosen tidak gamang dan ragu-ragu untuk mengirimkan tulisan ilmiahnya ke jurnal Internasional bereputasi. Ketua Panitia kegiatan, M.Yusuf, M.Pd.I  mengungkapkan bahwa pelatihan penulisan artikel jurnal nasional dan internasional merupakan salah satu bentuk tindaklanjut kerja sama PUSLITBAG Kemenag dengan Prodi PAI-Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.

DOSEN PAI-UMM MENYELENGGARAKAN PELATIHAN MANAJEMEN KELAS KEPADA GURU GURU MADRASAH DI KABUPATEN BLITAR

Pembelajaran abad ke-21 adalah salah satu tantangan yang harus diantisipasi dan dihadapi dalam dunia pendidikan. Sebagaimana diketahui, perkembangan teknologi pada abad ke-21 sangatlah pesat. Perkembangan dalam bidang teknologi menyebabkan terjadinya perubahan pada kepribadian dan kebiasaan masyarakat. Karenanya, pendidikan disesuaikan dengan perkembangan zaman yang ada, begitu pula dengan guru yang memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Guru adalah profesi yang tidak akan tergantikan teknologi, tetapi guru harus mampu menghadapi perubahan. Berangkat dari salah satu alasan tersebut, Prodi PAI Kerjasama antara Majelis Dikdasmen Kabupaten Blitar dengan Direktorat Guru dan Kependidikan Madrasah Kementrian Agama Republik Indonesiamengadakan pelatihan dengan Tema “Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah dalam Pembelajaran yang Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Kritis (HOTS)” Pelatihan tersebut dihadiri oleh guru-guru madrasah dan sekolah muhammadiyah sekabupaten Blitar sejumlah 50 peserta.Diharapkan, peserta yang mengikuti pelatihan ini mampu menerapkan metode-metode yang disampaikan selama pelatihan berlangsung. adapun pemateri dari prodi PAI UMM yang terdiri dari 1. Nafik Muthohirin, MA, 2. Zulfikar Yusuf, M.Pd.I. 3. I’anatut Thoifah, M.Pd.I 4. Dina Mardiana, M.Pd.I. Ketua Dikdasmen (Jasmani, S.Ag) berharap semoga  Acara ini bermanfaat untuk lembaga pendidikan di bawah Dikdasmen. Para guru sangat respon berbagai kegiatan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Semangat mereka sangat besar untuk belajar. Harapannya kerjasama ini dapat terus berlanjut untuk pengembangan lembaga maupun para guru-guru.

Workshop Pengusulan Jabatan Dosen Muda PAI

Sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan usulan jabatan fungsional akademik bagi Dosen muda fakultas Agama Islam PAI lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang, Prodi Pendidikan Agama Islam(PAI) menyelenggarakan Workshop Pengusulan Jabatan Fungsional Akademik. 25 peserta dari berbagai program studi di lingkungan fakultas agama Islam-Universitas Muhammadiyah Malang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Ruang MT Lantai 3 GKB 3 Universitas Muhammadiyah Malang. Drs M. Syarif, M,Ag selaku Wadek II FAI-UMM dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu tugas dari Wadek II adalah melayani tenaga administratif maupun tenaga edukatif didalam pengembangan diri SDM yang ada. Kaitannya dengan tenaga edukatif kegiatan ini adalah upaya untuk melayani dalam meningkatkan kualifikasi jabatan fungsional Dosen, sebab Dosen memiliki kewajiban utama yaitu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan untuk pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini, sangat terkait erat dengan peningkatan jabatan fungsional Dosen. Tri Dharma Perguruan Tinggi ini sebagai kewajiban Dosen dan harus dilaksanakan sepenuhnya dari unsur pendidikan, unsur penelitian, unsur pengabdian masyarakat dan unsur penunjang.Secara teknis usulan, sebenarnya sistem baru ini sangat memudahkan usulan Dosen untuk mencapai usulan jabatan fungsional tertinggi yaitu Guru Besar. Tentu pengusul tinggal menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan khususnya untuk unsur penelitian, aktifitas dalam publikasi di jurnal internasional atau jurnal bereputasi. Materi pelatihan pengusulan jabatan fungsional disampaikan oleh Upik ,M.Pd.I, dan di dampingi stafnya dari Kopertais IV Surabaya. Dari pelatihan ini diharapkan meningkatnya jumlah Dosen muda di lingkungan Prodi PAI-FAI-Universitas Muhammadiyah Malang yang memiliki jabatan fungsional.

Lokakarya Dan Review Kurikulum Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang

Program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan Lokakarya dan Review Kurikulum KKNI Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) FAI-UMM. Perlunya kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu kurikulum, termasuk pada aspek kegiatan pembelajaran di prodi PAI mengingat arus globalisasi dunia pada saat ini yang tidak dapat dielakkan lagi, khususnya dengan perkembangan teknologi yang semakin mutakhir dan canggih, serta memasuki era revolusi industri 4.0 Menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di perguruan tinggi pun dituntut untuk menyesuaikan diri, termasuk dalam menghasilkan dosen berkualitas bagi generasi masa depan. Untuk merespon arus dan pola perubahan era industri 4.0, Menristekdikti tak henti-hentinya melakukan upaya pembenahan dan perbaikan mutu pendidikan tinggi dalam bentuk kebijakan dan terbitan yang beberapa buku KPT, dan terakhir pada tahun 2019. Dengan demikian, Prodi PAI melaksanakan Lokakarya dan Review Kurikulum KKNI sebagai bentuk responsif dan update terhadap perubahan kurikulum KKNI saat ini. Acara ini dihadiri oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang yaitu Wakil rektor 1 bidang akademik, Dekan FAI, seluruh dosen Prodi PAI dan dosen undangan. Acara ini juga langsung dimoderatori oleh Dr. Umiarso, M.Pd selaku kaprodi PAI. Kegiatan ini dimulai dengan sambutan dari Wakil dekan I yaitu Bapak Drs. Agus Purwadi, M.Si yang memaparkan secara jelas, segala hal ihwal terkait perubahan yang terjadi pada kurikulum di Perguruan Tinggi saat ini. Dalam penuturannya, Saat ini kita sebagai dosen tidak boleh alergi dengan perubahan dan harus melek perkembangan zaman, termasuk harus update dengan segala bentuk kebijkan dan perubahan kurikulum, khususnya bagi Prodi PAI, tidak usah sibuk mencari acuan, karena sudah ada standar bakunya yang dibuat oleh pemerintah. Dan hal ini tentunya sangat memudahkan dalam menentukan dan merumuskan kurikulum KKNI. Selain itu, menurut Warek I, bahwa perubahan kurikulum ini KKNI dimulai dari Perpres tahun 2012 tentang KKNI, kemudian pada tahun 2014, 2016 dan muncul lagi adanya Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) SN-Dikti Kemenag 2018 dan terakhir, pada 2019 ini adanya KPT atau buku panduan kurikulum penddidikan tinggi di Era 4.0. Pada sesi kegiatan, terdapat beberapa agenda yang dilakukan yaitu: presentasi materi kurikulum KPT 2018/2019 Era4.0 yang awali dengan paparan dari Prodi Pendidikan Agama Islam yang membahas pola perubahan kurikulum KKNI, termasuk dalam kegiatan pembelajaran. Berlanjut pada presentasi dan review kurikulum oleh ibu Dra. Lise Chamisijatin, M.Pd. Kemudian, setelah presentasi para dosen dibagi kepada komisi-komisi untuk melakukan review kurikulum KKNI. Pembagian beberapa komisi ini dilakukan agar para dosen yang mengampu mata kuliah dapat mereview Silabus dan RPS sesuai dengan rumpun ilmu dan lebih terfokus tentunya.

Program Studi Pendidikan Agama Islam-FAI-UMM Pamerkan Buku Hasil Kolobarasi Penelitian Kemenag

Puluhan buku yang sebagiannya merupakan hasil kolaborasi penelitian antara Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dipamerkan, Selasa (25/6/2019). Berbagai buku bertemakan keagamaan itu dipamerkan dalam Diseminasi dan Pameran Buku Hasil Penelitian seputar evaluasi program studi agama di Perguruan Tinggi keagamaan Islam. “Kerjasama ini sangat penting dalam mendapatkan pemikiran baru, dan hal ini merupakan keberuntungan bagi civitas akademika UMM. Untuk ke depannya kerjasama dengan Puslitbang tidak hanya sebatas ini saja, mungkin akan ada beberapa kerjasama lain misalkan berupa penelitian dan pameran lagi, ataupun diseminasi yang lain,” kata Dekan Fakultas Agama Islam UMM, Prof. Dr. Tobroni, M.Si. Enam partisipan yang merupakan satuan kerja Badan Litbang ini, tiga dari pusat serta tiga dari Unit Pelaksana Teknis (UPT). Yakni Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, Balai Litbang Agama Makassar, Balai Litbang Agama Jakarta dan Balai Litbang Agama Makassar. “Produk-produk hasil penelitian kita disosialisasikan kepada para akademisi agar bisa dijadikan referensi untuk pendidikan mereka di sini,” ujar Taufik Budi Sutrisno selaku Kasubbag Tata Usaha Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama Republik Indonesia. Taufik mengatakan ke depannya kegiatan seperti ini bakal diadakan di wilayah yang memiliki banyak perguruan tinggi keagamaannya. “Karena bazar penelitian kita lebih banyak di penelitian keagamaan, jadi tepat kiranya diadakan di suatu daerah yang memiliki banyak perguruan tinggi agama. Kita juga akan menyimpannya di berbagai perpustakaan agar bisa dipakai semua elemen masyarakat,” imbuhnya. Selain itu, agenda dihadiri perwakilan lembaga yang terlibat penelitian. Yakni Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA selaku Kepala Puslitbang Pendidikan dan Keagamaan RI, Dr. Hayadin,S.Ag., M.Pd, sebagai Peneliti Puslitbang dan Dr. Khozin, M.Si sebagai Dosen Fakultas Agama Islam UMM, serta sederet civitas Akademika UMM. Acara dimoderatori oleh Nafik Muthohirin yang merupakan dosen Fakultas Agama Islam UMM. Prof. Amsal mengungkapkan sejarah tranformasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Proses transformasi ini berjalan dengan semakin maraknya Perguruan Tinggi Islam yang ada di Indonesia. “Universitas itu Universal atau menyeluruh beda dengan Institut karena institut itu hanya atau satu bidang saja,” kata Amsal. Bukan hanya itu, Prof. Amsal yang merupakan guru besar Ilmu Filsafat Islam di UIN Jakarta ini juga membeberkan bahwa kegiatan seperti seperti ini ini sangat perlu diseminasikan atau disebarluaskan kepada publik.   “Terutama kepada para publik akademik atau intellectual community (masyarakat intelektual) supaya mendapatkan input dari hasil penelitian yang telah dilakukan,” tandasnya. Puluhan buku yang sebagiannya merupakan hasil kolaborasi penelitian antara Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dipamerkan, Selasa (25/6/2019). Berbagai buku bertemakan keagamaan itu dipamerkan dalam Diseminasi dan Pameran Buku Hasil Penelitian seputar evaluasi program studi agama di Perguruan Tinggi keagamaan Islam. “Kerjasama ini sangat penting dalam mendapatkan pemikiran baru, dan hal ini merupakan keberuntungan bagi civitas akademika UMM. Untuk ke depannya kerjasama dengan Puslitbang tidak hanya sebatas ini saja, mungkin akan ada beberapa kerjasama lain misalkan berupa penelitian dan pameran lagi, ataupun diseminasi yang lain,” kata Dekan Fakultas Agama Islam UMM, Prof. Dr. Tobroni, M.Si. Enam partisipan yang merupakan satuan kerja Badan Litbang ini, tiga dari pusat serta tiga dari Unit Pelaksana Teknis (UPT). Yakni Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, Balai Litbang Agama Makassar, Balai Litbang Agama Jakarta dan Balai Litbang Agama Makassar. “Produk-produk hasil penelitian kita disosialisasikan kepada para akademisi agar bisa dijadikan referensi untuk pendidikan mereka di sini,” ujar Taufik Budi Sutrisno selaku Kasubbag Tata Usaha Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama Republik Indonesia. Taufik mengatakan ke depannya kegiatan seperti ini bakal diadakan di wilayah yang memiliki banyak perguruan tinggi keagamaannya. “Karena bazar penelitian kita lebih banyak di penelitian keagamaan, jadi tepat kiranya diadakan di suatu daerah yang memiliki banyak perguruan tinggi agama. Kita juga akan menyimpannya di berbagai perpustakaan agar bisa dipakai semua elemen masyarakat,” imbuhnya. Selain itu, agenda dihadiri perwakilan lembaga yang terlibat penelitian. Yakni Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA selaku Kepala Puslitbang Pendidikan dan Keagamaan RI, Dr. Hayadin,S.Ag., M.Pd, sebagai Peneliti Puslitbang dan Dr. Khozin, M.Si sebagai Dosen Fakultas Agama Islam UMM, serta sederet civitas Akademika UMM. Acara dimoderatori oleh Nafik Muthohirin yang merupakan dosen Fakultas Agama Islam UMM. Prof. Amsal mengungkapkan sejarah tranformasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Proses transformasi ini berjalan dengan semakin maraknya Perguruan Tinggi Islam yang ada di Indonesia. “Universitas itu Universal atau menyeluruh beda dengan Institut karena institut itu hanya atau satu bidang saja,” kata Amsal. Bukan hanya itu, Prof. Amsal yang merupakan guru besar Ilmu Filsafat Islam di UIN Jakarta ini juga membeberkan bahwa kegiatan seperti seperti ini ini sangat perlu diseminasikan atau disebarluaskan kepada publik. “Terutama kepada para publik akademik atau intellectual community (masyarakat intelektual) supaya mendapatkan input dari hasil penelitian yang telah dilakukan,” tandasnya.

Dosen Program Studi Pendidikan Aagama Islam Mengikuti Workshop Penulisan Artikel Jurnal Internasional

Bertempat di ruang sidang senat UMM bersama LPPI (Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah ) mengadakan workshop pelatihan kepenulisan dan publikasi bagi dosen muda . Dosen program studi Pendidikan Agama Islam mengikuti workshop penulisan artikel jurnal internasional yang diselenggarakan oleh lembaga pengembangan publikasi ilmiah. Pemateri pertama bapak Djoko sigit sayogo, Ph.D Djoko sigit sayogo, Ph.D selaku pembicara pertama menyampaikan mengenai makna publikasi ilmiah bagi profesi dosen, trend dunia publikasi terkini dan kaitanya dengan kebijakan publikasi ilmiah Ristekdikti dan outlet publikasi ilmiah: Jurnal, prosiding, dan book chapter. Pembicara kedua, Henik Sukorini, Ph.D menyampaikan materi mengenai originality dan etika publikasi, sumber kepustakaan artikel dan teknik literature review. Pembicara ketiga Dr. Fardini Sabilah, M.Pd menyampaikan terkait tahapan penyiapan artikel yakni 1. Title, author names, affiliation, 2. Abstract & keywords, 3. Introduction, dan 4. Memahami novelty, contribution, dan originality. Pembicara terakhir Zulfatman, Ph.D menyampaikan standar manuscript artikel yakni methods, result dan discussion, condision, references dan acknowledgement

PRODI PAI KEMBALI MEMPERTAHANKAN AKREDITASI A

Program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali terakreditasi A. Keputusan reakreditasi ini telah dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 19 Februari 2019. Prodi PAI telah mempertahankan akreditasi A selama 4 kali proses reakreditasi. Nilai akreditasi kali ini dengan nilai 375. Ketua prodi PAI Dr. Umiarso M.Pd.I mengungkapkan, proses mempertahankan akreditasi A bukanlah hal yang mudah. “Kami harus mempertahankan bahkan meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan pada prodi PAI ini,” ujarnya kepada tim Humas Prodi PAI. Meskipun demikian, ia mengakui, pekerjaan berat jika dilakukan bersama dan penuh komitmen akan mencapai hasil yang maksimal. Umiarso yang mewakili pihak prodi mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga kampus khususnya pimpinan UMM yang terus mendorong untuk peningkatan mutu dan pelayanan tersebut. “Terima kasih kepada pimpinan kampus, fakultas, prodi dan juga alumni atas dukungannya seperti sarana, ide, gagasan dan hal lainnya sehingga kami (prodi) dapat mempertahankan akreditasi A,” tambahnya. Dekan Fakulats Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang Prof Dr. Tobroni, M.Si mengarepsiasi raihan prodi PAI yang mempertahankan akreditasi A. “Ini merupakan hasil kerja nyata yang menunjukan kesungguhan kinerja. Kami (pimpinan) berharap langkah ini bisa diikuti oleh prodi-prodi yang lain yang ada di lingkungan Fakultas Agama Islam.

Kuliah Umum Strategi Manajemen Diri Islami

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FIAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah umum bertajuk “Kontekstualisasi Pendidikan Islam dalam Dinamika Pemikiran Global” Rabu 21 Februari 2020. Kuliah umum yang berlangsung di Aula Gedung GKB.4 lantai 4 menghadirkan Dr. Sri Minarti, M.Pd.I. Dr. Sri Minarti, M.Pd.I dalam kuliah umum ini menyampaikan bahwa manajemen diri islami adalah strategi dalam mengelola diri sendiri atau mengembangkan karakter/kebiasaan diri yang didasarkan pada nilai-nilai al-Fatihah secara utuh dan mendalam. Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memahami makna yang terkandung di dalam al-Fatihah tersebut, dibaca setiap shalat dengan memahami maknanya untuk bisa mengaplikasikan apa yang termaktub di ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tahapan strategi menajemen diri islami adalah: Pertama, kesadaran diri, yaitu introspeksi diri, membuka diri untuk menerima dan memberi, membuka hati dan pikiran dengan mengembangkan potensi dalam membangun keseimbangan diri. Kedua, jernihkan hati, karena hati adalah raja yang menggerakkan bagian tubuh lain, dari hati bersih akan muncul kasih sayang sebagai pilar kebahagiaan. Ketiga, membangun komitmen spiritual, yaitu niat adalah motivasi awal dalam melakukan tindakan, saat ini dan tidak menunda-nunda lagi untuk melakukan suatu kebaikan. Keempat, pembiasaan dalam shalat, mendalami makna al-Fatihah, dan pada akhirnya terbangun karakter, maka keberhasilan dan keberkahan akan kita gapai. Akhir kata, strategi manajemen diri atau mengelola diri secara islami dapat digunakan oleh pimpinan untuk menginspirasi memberi kepercayaan kepada kolega atau bawahan untuk memimpin diri mereka sendiri dengan cara memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang ada di dalam al-Qur’an surat al-Fatihah ayat 1-7.