Manhaj Tarjih: Rasionalitas Islam ala Dosen PAI UMM

Malang – Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. M. Nurul Humaidi, M.Ag, menegaskan bahwa Manhaj Tarjih Muhammadiyah merupakan bentuk rasionalitas keagamaan yang adaptif dan responsif terhadap tantangan modernitas. Hal tersebut ia sampaikan dalam forum ilmiah yang diikuti dosen dan tenaga kependidikan di Aula Budi Utomo UMLa, Kamis (26/2/2026). Dalam paparannya, Dr. Nurul Humaidi menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah memosisikan diri sebagai gerakan Islam yang rasional dan transformatif. Pendekatan ini, menurutnya, telah dicontohkan langsung oleh KH. Ahmad Dahlan dalam metode pengajaran Al-Qur’an yang tidak berhenti pada pemahaman tekstual, tetapi berorientasi pada perubahan sosial. “Pendekatan Kiai Dahlan terhadap Surah Al-Ma’un dan Al-‘Asr menunjukkan bahwa Al-Qur’an harus dihidupkan dalam tindakan nyata. Tafsir tidak berhenti pada hafalan, tetapi melahirkan etos amal dan kepedulian sosial,” jelasnya. Manhaj Tarjih dan Tradisi Ijtihad Kolektif Sebagai dosen PAI UMM yang juga aktif dalam struktur Persyarikatan, Dr. Nurul menegaskan bahwa tradisi ijtihad Muhammadiyah berkembang sistematis sejak berdirinya Majelis Tarjih dan Tajdid pada 1927. Lembaga ini menjadi ruang ijtihad kolektif (ijtihad jama’i) dalam merumuskan hukum Islam berbasis Al-Qur’an dan Sunnah dengan pendekatan rasional. “Muhammadiyah menggunakan metode istinbath seperti qiyas dan pertimbangan rasionalitas berbasis akal sehat. Manhaj tarjih bersifat dinamis, bukan statis. Keputusan hukum adalah hasil ijtihad kolektif, bukan klaim kebenaran mutlak,” tegasnya. Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik dan dialog menjadi ciri penting manhaj tarjih. Hal ini menjadikan Muhammadiyah tetap relevan di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan sosial. Rasionalitas Islam dan Tantangan Modernitas Dalam konteks modernitas, rasionalitas keagamaan Muhammadiyah tampak pada penggunaan metode hisab dalam penentuan awal Ramadan serta pengembangan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sikap ini menunjukkan bahwa agama dan sains tidak harus dipertentangkan. “Modernitas bukan ancaman, tetapi instrumen yang dapat memperkuat praktik keagamaan jika dikelola dengan manhaj yang tepat,” ujarnya. Ia juga menegaskan perbedaan pendekatan Muhammadiyah dalam bidang ibadah dan muamalah. Dalam ibadah mahdhah, setiap praktik harus memiliki dasar dalil yang jelas. Namun dalam ranah sosial dan kemasyarakatan, Muhammadiyah bersikap progresif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Spirit Surah Al-Ma’un dan Al-‘Asr, lanjutnya, diwujudkan dalam berbagai amal usaha seperti lembaga pendidikan, rumah sakit, dan layanan sosial. “Muhammadiyah adalah gerakan yang sibuk mengurus orang hidup. Dakwah tidak berhenti pada wacana, tetapi hadir dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya. Kontribusi Akademik Dosen PAI UMM Pemikiran yang disampaikan Dr. Nurul Humaidi menunjukkan peran strategis dosen PAI UMM dalam mengembangkan wacana keislaman yang rasional, inklusif, dan kontekstual. Manhaj tarjih tidak hanya menjadi metodologi hukum, tetapi juga paradigma berpikir yang membangun Islam berkemajuan. Melalui ijtihad kolektif, keterbukaan terhadap perkembangan ilmu, serta keberpihakan pada kemaslahatan umat, Muhammadiyah terus menghadirkan Islam yang relevan, mencerahkan, dan solutif bagi masyarakat kontemporer.

Opini Dosen PAI UMM di Klikmu: Shalat sebagai Kompas Kesadaran Mahasiswa dalam Momentum Isra’ Mi’raj

Malang – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kontribusi akademiknya melalui pemikiran dosen yang dimuat di media nasional Muhammadiyah, Klikmu.co. Dalam opini yang terbit pada 18 Januari 2026, I’anatut Thoifah, M.Pd.I, dosen Fakultas Agama Islam UMM, mengajak mahasiswa memaknai Isra’ Mi’raj sebagai momentum refleksi kesadaran hidup, bukan sekadar peringatan tahunan. Menurutnya, peristiwa Isra’ Mi’raj memiliki dimensi psikologis dan spiritual yang sangat relevan dengan kondisi mahasiswa hari ini. “Isra’ Mi’raj terjadi ketika Rasulullah berada di titik paling berat secara psikologis. Ini menunjukkan bahwa ketika manusia berada di titik paling lemah, Allah justru menguatkan dengan pendekatan spiritual.” Shalat sebagai Sistem Pengelolaan Hidup Dalam opini tersebut, dosen Prodi PAI UMM ini menegaskan bahwa inti Isra’ Mi’raj terletak pada penetapan ibadah shalat. Ia menilai shalat bukan sekadar ritual, melainkan sistem pengelolaan waktu dan kesadaran diri. “Shalat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan tanpa perantara malaikat Jibril. Itu menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang muslim.” Ia bahkan mengilustrasikan shalat sebagai siklus manajemen hidup yang sistematis. “Shalat adalah siklus manajemen waktu paling lengkap: plan–do–check–reflect–reset.” Pendekatan ini menjadi perspektif reflektif yang sejalan dengan visi Pendidikan Agama Islam UMM dalam membentuk mahasiswa berkarakter, berintegritas, dan memiliki keseimbangan spiritual-rasional. Spiritualitas di Tengah Tekanan Akademik Dalam tulisannya, I’ana menyoroti realitas mahasiswa yang menghadapi tekanan akademik, kecemasan masa depan, hingga kelelahan mental. Ia menilai solusi tidak cukup hanya pada strategi akademik. “Prestasi diraih melalui usaha dan kesungguhan, bukan jalan pintas. Nilai spiritual menjadi penguat agar mahasiswa tetap jujur dan bertanggung jawab.” Melalui gagasan tersebut, dosen PAI UMM ini menegaskan bahwa Isra’ Mi’raj memberikan orientasi hidup yang lebih dalam—bahwa kuliah bukan sekadar mengejar IPK, tetapi bagian dari perjalanan menuju tujuan yang lebih bermakna. Shalat sebagai Kompas Kesadaran Di akhir opininya yang dimuat di Klikmu.co, ia menekankan pentingnya menjadikan shalat sebagai kompas kesadaran dalam kehidupan mahasiswa. “Shalat bukan sekadar kewajiban ritual dan berhenti di atas sajadah, tetapi menjadi kompas kesadaran yang menuntun sikap dalam nilai yang penuh berkah.” Publikasi opini ini menunjukkan peran aktif dosen Program Studi PAI UMM dalam menyumbangkan pemikiran keislaman yang kontekstual dan relevan dengan dinamika generasi muda saat ini.

Kaprodi PAI UMM Isi Pondok Ramadhan 1447 H di SMK Mutu Gondanglegi, Tekankan Pentingnya Qolbun Salim

Ustadz Zulfikar memberikan ceramah Pondok Ramadhan

Malang – Komitmen Kaprodi PAI UMM dalam penguatan pendidikan karakter Islam kembali diwujudkan melalui kegiatan Pondok Ramadhan 1447 H di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi (SMK Mutu), Kamis (26/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lantai 7 Titanium Building ini menghadirkan Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang, Ustadz Zulfikar, S.Pd.I., M.Pd., sebagai narasumber utama. Partisipasi ini menjadi bagian dari kontribusi strategis Prodi PAI UMM dalam membina generasi muda agar memiliki ketangguhan mental dan spiritual di era modern. Strong Inside, Shining Outside: Pesan Kaprodi PAI UMM untuk Generasi Z Mengusung tema “Strong Inside, Shining Outside”, materi yang disampaikan Kaprodi PAI UMM menyoroti tantangan generasi Z, mulai dari overthinking, tekanan sosial, hingga derasnya arus informasi digital. Dengan metode brainstorming interaktif dan uji fokus, suasana kajian berlangsung dinamis. Para siswa SMK Mutu Gondanglegi tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam pemaparannya, Ustadz Zulfikar menegaskan bahwa kekuatan mental tidak dapat dipisahkan dari kebersihan hati. “Kita tidak bisa menjadi pribadi yang bersinar di luar jika di dalam diri kita masih gelap. Strong inside berarti hati kita bersih, pikiran kita positif, dan prasangka kita baik. Dari situlah Allah memancarkan cahaya keberhasilan dalam hidup kita.” Qolbun Salim sebagai Fondasi Ketangguhan Mental Lebih lanjut, Kaprodi PAI UMM menekankan pentingnya membangun qolbun salim (hati yang bersih) sebagai fondasi menghadapi tantangan zaman. “Di era kompetitif seperti sekarang, yang membuat seseorang unggul bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi kekuatan hati. Jika hati kita tertata, maka hidup kita pun akan tertata. Hati yang bersih akan melahirkan aura positif dan kepercayaan diri.” Momentum Ramadhan, menurutnya, adalah madrasah pembentukan karakter. Melalui ibadah, istighfar, dan kedekatan kepada Allah SWT, siswa dapat membangun mental tangguh sekaligus spiritualitas yang kuat. “Ramadhan adalah proses reset jiwa. Di sinilah kita belajar membersihkan hati, menguatkan mental, dan menata masa depan agar menjadi pribadi yang berprestasi dan berakhlak.” Komitmen Prodi PAI UMM dalam Pendidikan Karakter Islam Kehadiran Kaprodi PAI UMM dalam Pondok Ramadhan 1447 H ini menegaskan peran aktif Prodi PAI UMM dalam penguatan pendidikan karakter Islam di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi langkah konkret dalam membangun generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global. Melalui kolaborasi ini, Prodi PAI UMM terus berkomitmen mencetak pendidik dan generasi muda yang unggul secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan matang secara emosional.

Alumni PAI UMM Resmi Menjadi Kepala SDN Torongrejo 03

alumni pai umm kepala sdn torongrejo 03

Kabar membanggakan kembali datang dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satu alumni PAI UMM, Soleh Subagja, S.Pd.I., M.Pd.I., resmi mendapat amanah sebagai Kepala SDN Torongrejo 03 di bawah naungan Dinas Pendidikan. Penunjukan alumni Pendidikan Agama Islam UMM sebagai kepala sekolah ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan PAI UMM memiliki kompetensi akademik, profesional, serta kepemimpinan yang kuat dalam mengelola lembaga pendidikan. Sebelum dipercaya menjadi Kepala SDN Torongrejo 03, beliau mengemban jabatan fungsional sebagai Guru Ahli Muda. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan kepemimpinan berbasis nilai-nilai pendidikan Islam dan manajemen sekolah yang profesional. Keberhasilan alumni Prodi PAI UMM ini semakin memperkuat posisi Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu prodi yang konsisten melahirkan tenaga pendidik dan pemimpin pendidikan yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa aktif Pendidikan Agama Islam UMM untuk terus meningkatkan kompetensi akademik dan kepemimpinan, serta memperluas kontribusi di dunia pendidikan nasional. Dengan amanah baru ini, diharapkan Kepala SDN Torongrejo 03 dapat membawa inovasi dan peningkatan mutu pendidikan, sekaligus menjadi representasi kualitas alumni PAI UMM di tengah masyarakat.

Prodi PAI UMM dan FAI Unismuh Makassar Bersinergi untuk Pendidikan Islam Unggul

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun jejaring kolaborasi antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Pada Selasa, 2 Desember 2025, Prodi PAI UMM menerima kunjungan silaturahmi dan studi banding dari tiga program studi Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, yaitu prodi  PAI, Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI). Kegiatan yang berlangsung hangat ini dilaksanakan di Ruang Rapat, Gedung GKB 3 Lantai 5, Kampus 3 UMM. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Prodi PAI UMM, Bapak Zulfikar Yusuf, S.Pd.I., M.Pd.I. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya solidaritas dan kolaborasi aktif antar sesama program studi di lingkungan PTM. “Kita semua adalah bagian dari keluarga besar Muhammadiyah yang memiliki misi yang sama: memajukan pendidikan Islam yang unggul. Kolaborasi bukan hanya tentang bertukar informasi, tetapi tentang menciptakan ekosistem yang saling mendukung untuk melakukan terobosan dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dengan bersinergi, kita dapat mempercepat capaian dan memperluas dampak positif bagi umat,” jelasnya. Beliau juga memaparkan program unggulan Prodi PAI UMM, yaitu Program Center of Excellence (CoE) “Manajemen Sekolah Unggul” yang dirancang untuk mencetak tenaga pendidik dan pengelola pendidikan Islam yang profesional dan berdaya saing tinggi. Kunjungan ini kemudian ditanggapi dengan antusias oleh Ketua Prodi PAI Unismuh Makassar, Bapak Dr. Abdul Fattah, S.Th.I., M.Th.I. Beliau menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang hangat dari UMM dan menyatakan tujuan kunjungannya. “Kami datang dengan semangat untuk belajar langsung dari pengalaman dan keberhasilan Prodi PAI UMM, yang telah dikenal memiliki reputasi yang sangat baik. Harapan kami, pertemuan ini dapat menjadi pintu awal bagi kerja sama yang nyata, khususnya dalam pertukaran ide, pengembangan kurikulum, dan penelitian bersama, demi memajukan kualitas pendidikan Islam di kedua institusi kita,” ungkapnya. Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua belah pihak, yaitu Ketua dan Sekretaris Prodi PAI UMM serta para Ketua Prodi PAI, KPI, dan BKPI dari Unismuh Makassar. Diskusi berlangsung intensif dan penuh makna, mengangkat semangat bersama untuk membangun pendidikan Islam yang berkualitas. Secara khusus, kedua pihak bertekad untuk menjalin kerjasama antar program studi yang mendukung visi masing-masing fakultas: menjadikan mahasiswa sebagai lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu agama (naqli) secara mendalam tetapi juga mampu mengintegrasikannya dengan ilmu pengetahuan modern (aqli) untuk menjadi pemimpin dan problem solver di era kontemporer. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama formal dan program-program kolaboratif konkret yang menguntungkan kedua belah pihak, khususnya bagi peningkatan kualitas mahasiswa sebagai generasi penerus umat.

PAI UMM Sukseskan Program Magang CoE di PDM Bojonegoro

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan Penjemputan Magang Center of Excellence (CoE) mahasiswa PAI UMM yang telah melaksanakan magang di wilayah Bojonegoro. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 11 Desember 2025, bertempat di Aula PDM Bojonegoro. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi PAI UMM, Zulfikar Yusuf, S.Pd.I., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya program magang CoE yang berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa kegiatan magang ini merupakan bagian dari komitmen Prodi PAI UMM dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara praktik dan berkarakter Islami. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja dan pengabdian di masyarakat. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMM, Dr. Imamul Hakim, S.E., M.Sh. Beliau menyampaikan bahwa program CoE merupakan salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang mendukung kebijakan kampus berdampak. Ia berharap mahasiswa PAI UMM mampu mengambil nilai-nilai terbaik selama magang, baik dari segi profesionalisme, etos kerja, maupun semangat bermuhammadiyah, sehingga dapat menjadi lulusan yang adaptif dan solutif di tengah tantangan zaman. Selanjutnya, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Bojonegoro, Mustadjid, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Prodi PAI UMM kepada lembaga pendidikan Muhammadiyah di Bojonegoro sebagai mitra magang. Ia menilai kehadiran mahasiswa CoE PAI UMM memberikan kontribusi positif, khususnya dalam mendukung kegiatan pendidikan dan penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan sekolah dan persyarikatan. Sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua PDM Bojonegoro, Drs. H. Suwito, M.Si. Ia menegaskan bahwa kegiatan magang mahasiswa merupakan bagian penting dari kaderisasi dan penguatan sumber daya manusia Muhammadiyah. Ia berharap kerja sama antara PDM Bojonegoro dan Prodi PAI UMM dapat terus berlanjut dan semakin berkembang, sehingga memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, lembaga, dan masyarakat luas. Kegiatan penjemputan magang ini dihadiri oleh Ketua Prodi PAI UMM, jajaran dosen PAI UMM, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Bojonegoro (Mustadjid, S.Ag.), Ketua PDM Bojonegoro (Drs. H. Suwito, M.Si.), serta mahasiswa CoE PAI UMM yang telah menyelesaikan program magangnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk apresiasi dan evaluasi atas pelaksanaan magang CoE, mempererat silaturahmi dan sinergi antara Prodi PAI UMM dengan PDM Bojonegoro, serta memastikan tercapainya capaian pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa PAI UMM semakin siap menjadi pendidik dan kader persyarikatan yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing.

Prodi PAI UMM Pembekalan PKL Mahasiswa

Usai sambutan pelepasan dari Dekan Fakultas Agama Islam (FAI), rangkaian pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) dilanjutkan dengan sesi pelatihan bertajuk “Service Excellence and Hospitality”. Materi ini disampaikan oleh Teguh Hadi Saputro, M.A.—dosen Bahasa Inggris FKIP UMM sekaligus General Manager Hotel Kapal UMM dan My Dormy Hostel. Dalam paparannya, Teguh menyampaikan bahwa layanan prima dan sikap hospitality merupakan bagian penting dalam dunia pendidikan, terutama dalam membentuk citra sekolah dan kepribadian tenaga kependidikan. Mengangkat tema “Building trust through your professionalism”, Teguh menjelaskan bahwa sekolah sejatinya juga merupakan lingkungan jasa. “Kita melayani siswa, guru, staf administrasi, hingga orang tua. Setiap tindakan kita berkontribusi terhadap citra pribadi dan reputasi institusi,” tegasnya Pemateri menggarisbawahi bahwa sekolah sejatinya adalah tempat berbagai elemen sivitas akademika memberikan pelayanan terbaik kepada siswa, orang tua, dan masyarakat. “Pelayanan yang baik berdampak langsung pada citra sekolah dan branding pribadi kita sebagai pendidik,” ungkapnya. Lebih jauh, Teguh menekankan bahwa hospitality menjadi poin penting yang harus dibangun di sekolah, dan hal itu tidak bisa dilepaskan dari sikap personal individu. Menurutnya, ketika seseorang memiliki attitude value yang positif, maka personal branding akan terbangun dengan sendirinya. Dalam konteks pendidikan, hospitality bisa diwujudkan melalui pelayanan ramah dan profesional dari pimpinan hingga tenaga kependidikan di sekolah. Peserta pelatihan diajak untuk memahami lima pilar utama layanan prima, yaitu: Penampilan Profesional, Komunikasi Efektif, Sikap Positif, Konsistensi dan Keandalan, serta Antisipasi dan Empati. Menurut Teguh, pelayanan yang baik bukan hanya urusan teknis, tetapi mencerminkan hati dan sikap. “Hospitality itu bukan sekadar tugas, tapi sikap. Kita tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga memberikan kepedulian,” jelasnya di hadapan peserta. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan praktis, Teguh juga mengajak mahasiswa PAI FAI UMM untuk melakukan simulasi pelayanan langsung dan refleksi diri. Salah satu pertanyaan yang menggugah peserta adalah: “What kind of intern do you want to be remembered as?” Pelatihan ini menjadi bekal awal penting bagi mahasiswa PAI untuk siap menghadapi dinamika dunia kerja, khususnya saat menjalani PKL. Sebagaimana disampaikan dalam penutupnya, Teguh mengajak peserta untuk memiliki komitmen pelayanan yang berlandaskan integritas dan kepedulian: “I commit to serve with kindness, patience, and integrity.” Rangkaian pembekalan ini menjadi salah satu bentuk keseriusan Prodi PAI FAI UMM dalam mempersiapkan mahasiswanya tidak hanya secara akademis, tetapi juga secara profesional dan etis dalam dunia pendidikan yang semakin kompetitif.

Keren! Mahasiswa PAI Raih IPK Tertinggi di Yudisium FAI UMM, Ini Rahasianya…..

Fakultas Agama Islam – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan acara Yudisium Fakultas Agama Islam (FAI) Periode IV Tahun 2025. Kegiatan dengan tema “Mewujudkan Lulusan yang Kompeten, Berkarakter, dan Berdaya Saing di Era Global” berlangsung dengan khidmat pada Jum’at, 21 November 2025. Acara yang bertempat di Ruang Micro Teaching (MT), Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 Lantai 5, UMM Kampus 3 ini dihadiri secara langsung oleh Ketua Dekan FAI beserta jajarannya, serta Bapak/Ibu Dosen dari berbagai program studi, termasuk Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga Islam, Pendidikan Bahasa Arab, dan Ekonomi Syariah. Dalam sambutannya yang membuka acara, Dekan FAI UMM, Bapak Dr. Imamul Hakim, SE., M.Sh., menyampaikan kebanggaan dan apresiasi yang tinggi atas capaian para mahasiswa. “Selamat atas keberhasilan yang telah diraih. Yudisium hari ini bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal untuk memulai peran baru di masyarakat. Ilmu yang telah didapat di bangku kuliah harus menjadi bekal untuk berkontribusi nyata, menjadi agen perubahan, dan tentunya, menjadi lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia,”. Beliau juga menyampaikan pesan motivasi bahwa “Kebaikan dan kebenaran di Islam itu sudah jelas. Akan tetapi, setiap manusia berhak menetukan pilihannya, mau meraih kebaikan dan kebenaran dengan berusaha atau tidak”. Setelah sambutan, acara inti prosesi yudisium dilaksanakan dengan pengumuman mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. Kebanggaan tersebut berhasil diraih oleh Bagus Nur Abidin, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan IPK sempurna 3,87. Prestasi ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras dalam menempuh studi. Sebagai Mahasiswa dengan IPK tertinggi di Yudisium FAI, Bagus menyampaikan rasa terimaksihnya bahwa “Terimaksih kepada kedua orang tua saya yang telah memberikan dukungan dan dorongan selama ini serta kerja kerasnya sebagai petani untuk membiayai saya. Rasa pesimis saya pada awal perkuliahan menjadi salah satu tantangan yang akhirnya berubah karena organisasi”. Bagus juga berbagi rahasia jitunya meraih IPK tertinggi. “Kuncinya cuma tiga: jangan males baca, manage waktu dengan baik antara organisasi dan akademik, dan yang paling penting… jangan sungkan minta penjelasan dosen kalau ada materi yang belum paham. Itu game changer nya!” ujarnya disambut tepuk tangan meriah. Kegiatan Yudisium FAI Periode IV Tahun 2025 diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan resmi dari universitas atas pencapaian akademik para mahasiswa, memberikan motivasi dan penyemangat kepada para wisudawan sebelum terjun ke Masyarakat dan mempererat tali silaturahmi antara para lulusan, dosen, dan jajaran fakultas, sehingga dapat membangun jejaring yang kuat untuk kemajuan bersama di masa depan. Dengan ditutupnya acara yudisium, diharapkan seluruh wisudawan dan wisudawati FAI UMM, khususnya dari Prodi PAI, dapat mengaplikasikan ilmu mereka dengan optimal dan menjadi alumni yang membanggakan serta memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara.

MoU PAI UMM dan PDM Bojonegoro, Dorong Penguatan Pendidikan Muhammadiyah

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PDM Bojonegoro. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2025, bertempat di Aula PDM Bojonegoro. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi PAI UMM, Zulfikar Yusuf, S.Pd.I., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa “kerja sama ini merupakan langkah strategis Prodi PAI UMM dalam memperluas jejaring kelembagaan, khususnya dengan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan, penguatan tridarma perguruan tinggi, serta pengembangan kompetensi mahasiswa PAI agar lebih siap terjun di dunia pendidikan dan Masyarakat”. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Bojonegoro, Mustadjid, S.Ag. Ia menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan Prodi PAI UMM. Menurutnya, “sinergi antara perguruan tinggi dan majelis pendidikan sangat penting untuk mendukung penguatan sumber daya manusia, khususnya guru dan tenaga pendidik di lingkungan Muhammadiyah” . Ia berharap kerja sama ini dapat diwujudkan dalam berbagai program konkret seperti pendampingan sekolah, pengabdian masyarakat, serta peningkatan kualitas pembelajaran. Sementara itu, Ketua PDM Bojonegoro, Drs. H. Suwito, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan persyarikatan Muhammadiyah. Ia menyampaikan bahwa “MoU ini menjadi pintu awal bagi lahirnya berbagai program bersama yang saling menguatkan, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada Masyarakat”. Ia juga berharap mahasiswa PAI UMM dapat berperan aktif dan memberikan dampak positif di lingkungan pendidikan Muhammadiyah, khususnya di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Prodi PAI UMM, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Bojonegoro (Mustadjid, S.Ag.), Ketua PDM Bojonegoro (Drs. H. Suwito, M.Si.), Jajaran Dosen PAI UMM serta mahasiswa Center of Excellence (CoE) PAI UMM yang turut menyaksikan proses penandatanganan kerja sama tersebut. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat sinergi kelembagaan antara Prodi PAI UMM dan Majelis Dikdasmen PDM Bojonegoro dalam pengembangan pendidikan Islam, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta implementasi tridarma perguruan tinggi. Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta program-program kolaboratif yang bermanfaat bagi institusi, mahasiswa, serta masyarakat luas.

Kolaborasi Strategis FAI UMM-FAI UML Wujudkan Pendidikan Islam Berkualitas

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Agama Islam Universitas Metro Lampung (UML) pada Kamis, 24 Juli 2025. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kolaborasi ini diselenggarakan di Aula GKB 3 Lantai 6, Kampus 3 UMM. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FAI UMM, Dr. Imamul Hakim, SE., M.Sh. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antar perguruan tinggi Muhammadiyah. “Sebagai sesama perguruan tinggi Muhammadiyah, kita perlu terus membangun dan memperkuat kolaborasi, tidak hanya dalam skala nasional tetapi juga internasional,” tuturnya. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Dekan FAI UML, Bapak Muhammad Nur, M.Kom.I. yang menyampaikan maksud dan tujuan kunjungannya. “Kami hadir ke UMM dengan semangat untuk belajar dari tatakelola lembaga yang sudah sangat mumpuni. Kami juga ingin mengajak FAI UMM untuk berkolaborasi lebih erat dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya. Kegiatan ini dihadiri oleh segenap dosen dari kedua fakultas serta perwakilan mahasiswa, menciptakan ruang diskusi yang dinamis dan penuh makna. Studi banding ini tidak hanya berfungsi sebagai wahana silaturahmi, tetapi juga menjadi platform untuk bertukar ide dan pengalaman dalam membangun pendidikan Islam yang berkualitas. Kesamaan visi ini semakin kuat mengingat kedua institusi sama-sama memiliki Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menjadi fondasi untuk kolaborasi nyata ke depannya. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan awal bagi terwujudnya berbagai program kerjasama konkret antara FAI UMM dan FAI UML, baik dalam bidang pertukaran pelajar dan dosen, penelitian bersama, maupun pengabdian kepada masyarakat, untuk bersama-sama berkontribusi memajukan pendidikan Islam di Indonesia.