FAI UMM Gelar Rapat Tinjauan Manajemen II untuk Evaluasi dan Perencanaan 2025

Rapat Tinjauan Manajemen P{AI UMM

Mojokerto – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI-UMM) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen Kedua (RTM II) pada 19-20 Januari 2025 di Hotel Arayanna, Trawas, Mojokerto. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UMM ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian program tahun 2024 serta merancang kembali Rencana Operasional (RENOP) tahun 2025. Selain itu, rapat ini juga membahas penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta dasar usulan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dekan Fakultas Agama Islam, Prof. Khozin, dalam sambutannya menekankan pentingnya percepatan penyelesaian studi S3 bagi para dosen agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan fakultas. Ia juga menjelaskan bahwa RTM ini berorientasi pada penetapan, pengendalian, dan peningkatan mutu, sesuai dengan kebijakan penjaminan mutu yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Sementara itu, Wakil Dekan I FAI UMM, Dr. Saiful Amien, M.Pd., menyampaikan hasil survei terkait pemahaman terhadap visi dan misi fakultas. Survei yang melibatkan dosen, karyawan, dan mahasiswa ini menunjukkan tingkat pemahaman yang cukup baik mengenai visi FAI-UMM hingga tahun 2030. Dengan adanya RTM II ini, diharapkan FAI-UMM dapat terus meningkatkan kualitas akademik dan manajemen institusi demi mewujudkan visi fakultas yang lebih unggul di masa depan.

Inisiasi Kerja Sama Prodi PAI UMM dengan Attarkiah Islamiah Institute Thailand

Kerja Sama Prodi PAI UMM dengan Attarkiah Islamiah Institute Thailand.jpeg

Rabu, 15 Januari 2025, pukul 09.00–11.00 WIB, bertempat di Among Tani, telah diadakan inisiasi kerja sama antara Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Attarkiah Islamiah Institute, Narathiwat, Thailand. Acara tersebut diwakili oleh Sekretaris Prodi PAI UMM, Zulfikar Yusuf, Kepala Laboratorium Tarbiyah Ianatut Thoifah, Kepala American Corner sekaligus PIC Internasionalisasi Pascasarjana, Ria Asih, serta tim BPMI UMM yang dipimpin oleh Umiarso. Tim Prodi PAI UMM juga didampingi oleh Dr. Nur Widodo dari Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Teknologi FKIP UMM, yang juga merangkap sebagai tim Dikdasmen Muhammadiyah. Sementara itu, delegasi dari Thailand diwakili oleh Adul Leesen selaku Wakil Kepala Urusan Internasional, bersama empat siswa dan satu guru. Kehadiran mereka dalam rangka program pertukaran pelajar di Kota Batu yang melibatkan SMP Muhammadiyah 8 Batu selama satu minggu, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batu. Kerja sama ini dirancang untuk memperluas pengalaman internasional mahasiswa PAI UMM, khususnya melalui program magang internasional yang direncanakan berlangsung selama satu bulan di Narathiwat. Kegiatan tersebut mencakup praktik mengajar di tingkat sekolah menengah, pelaksanaan proyek kolaboratif antara mahasiswa dan sekolah, serta aktivitas pengabdian masyarakat. Pertemuan lanjutan akan diadakan untuk membahas detail rencana kegiatan, persiapan mahasiswa, serta kolaborasi dengan sepuluh universitas Indonesia lainnya yang telah memiliki kegiatan bersama dengan Attarkiah. Narathiwat, yang terletak di wilayah selatan Thailand dengan mayoritas penduduk Muslim (sekitar 90%), berjarak sekitar dua jam dari Songkhla. Kerja sama ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah serta memberikan wawasan internasional bagi mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMM, sekaligus memperkuat sinergi global dalam bidang pendidikan.

Kunjungan Santriwati Daarul Ukhuwah ke Prodi PAI FAI UMM: Membangun Sinergi dan Intelektualitas

Santriwati Daarul Ukhuwah

Ahlan wa Sahlan Santriwati Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah Putri di Fakultas Agama Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang. Pada hari Selasa, 17 Desember 2024, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), khususnya Laboratorium Microteaching Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), menerima kunjungan dari Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah Putri Malang. Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan 1, Bapak Dr. Saiful Amin, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan sejarah berdirinya Fakultas Agama Islam UMM, yang dimulai dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam sebagai program studi tertua di universitas ini. Beliau juga menambahkan bahwa dari Prodi PAI inilah kemudian lahir berbagai program studi lainnya di FAI. Lebih lanjut, Bapak Saiful Amin menyampaikan bahwa banyak alumni Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah yang melanjutkan pendidikan mereka di Prodi PAI UMM. Oleh karena itu, Daarul Ukhuwah telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keluarga besar Fakultas Agama Islam. Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) PAI, Bapak Dr. Mochammad Kamaludin, M.Si. Beliau menyambut hangat kedatangan santriwati Daarul Ukhuwah dan menjelaskan tiga kompetensi utama yang harus dimiliki oleh lulusan Prodi PAI, yaitu kompetensi sebagai guru, kompetensi sebagai peneliti agama, dan kompetensi sebagai edupreneur. Beliau juga menyampaikan bahwa banyak alumni Prodi PAI UMM yang telah meraih kesuksesan di berbagai bidang. Selanjutnya, Kepala Sekolah Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah Putri Malang menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang diberikan. Beliau menuturkan bahwa mayoritas santriwati mereka melanjutkan pendidikan di Prodi PAI UMM, yang menunjukkan hubungan erat antara pondok pesantren dan universitas ini. Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah dan Fakultas Agama Islam UMM, sekaligus menjadi ajang berbagi ilmu dan inspirasi bagi kedua belah pihak.

DISEMINASI HASIL RISET MODERASI BERAGAMA “Dimensi Ideologi dan Kepemimpinan dalam Penguatan dan Pelembagaan Moderasi Beragama di Muhammadiyah”

DISEMINASI HASIL RISET MODERASI BERAGAMA “Dimensi Ideologi dan Kepemimpinan dalam Penguatan dan Pelembagaan Moderasi Beragama di Muhammadiyah” Pada hari Senin, 25 November 2024, telah diselenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Riset bertajuk “Dimensi Ideologi dan Kepemimpinan dalam Penguatan dan Pelembagaan Moderasi Beragama di Muhammadiyah”. Acara ini diadakan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Mini Hall GKB IV Lantai 4 UMM. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, guru agama, mahasiswa, serta praktisi di bidang keagamaan. Acara dibuka dengan sambutan Bapak Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si dan dilanjutkan oleh Bapak Dr. Mohammad Kamaluddin, M.Si. Kepala Program Studi Pendidikan Agama Islam (Kaprodi PAI) UMM. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada Dekan Fakultas Agama Islam UMM, para pendidik, serta mahasiswa PAI angkatan 2021-2022 atas partisipasi mereka. Beliau juga menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai bagian integral dari kehidupan keagamaan, khususnya dalam konteks Muhammadiyah. Sambutan kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Khozin, M.Si., Dekan Fakultas Agama Islam UMM. Dalam kesempatan ini, beliau menggarisbawahi bahwa Muhammadiyah berupaya menjaga identitasnya di tengah berbagai tantangan, termasuk arus kristenisasi, sekaligus menegaskan bahwa gerakan ini bukanlah bagian dari Wahabisme. Pembicara utama dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., Guru Besar Sosiologi Agama di UMM, yang memaparkan tema “Dimensi Kepemimpinan dan Ideologi dalam Penguatan dan Pelembagaan Moderasi Beragama di Muhammadiyah.” Dalam paparannya, Prof. Syamsul menjelaskan ketertarikan peneliti terhadap kebijakan Kementerian Agama mengenai moderasi beragama sebagai landasan untuk memahami teks (Al-Qur’an) dan konteks (keragaman masyarakat).Ia juga menguraikan dua dimensi utama yang menjadi fokus penelitian ini, yaitu ideologi dan kepemimpinan. Muhammadiyah, menurut beliau, adalah gerakan Islam moderat yang memiliki ciri kepemimpinan visioner, terutama di bawah Haedar Nashir. Kepemimpinan ini berhasil merekonstruksi ideologi Muhammadiyah secara sistematis dan berkelanjutan. Pembicara kedua, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dari Kementerian Agama Republik Indonesia, memberikan perspektif tambahan mengenai moderasi beragama. Beliau menekankan bahwa istilah moderasi beragama memiliki akar dalam tradisi intelektual Muhammadiyah, namun perlu digunakan dengan bijaksana agar tidak menjadi alat untuk memarginalisasi kelompok lain. Dalam sesi diskusi, Prof. Ahmad menyampaikan perlunya pergeseran fokus dari perdebatan metafisika menuju ranah etika, sehingga tercipta dialog yang konstruktif dan inklusif antar kelompok masyarakat. Kegiatan ini diharapkan memberikan wawasan baru bagi para peserta mengenai pentingnya nilai-nilai moderasi beragama, sekaligus memperkuat pemahaman tentang peran kepemimpinan moderat dalam menjaga harmoni keagamaan di Indonesia. Melalui diseminasi ini, nilai-nilai moderasi diharapkan dapat lebih mengakar di dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam konteks Muhammadiyah.

Dikllat Mahasiswa Baru “DIKMABA” Mengambil tema “Membangun Pendidikan Berbasis Akhlak dan Kepemimpinan ala Rasulullah sebagai Fondasi Keberhasilan Organisasi Mahasiswa.

Dikmaba pai

DIKLAT MAHASISWA BARU (DIKMABA) Membangun Pendidikan Berbasis Akhlak dan Kepemimpinan ala Rasulullah sebagai Fondasi Keberhasilan Organisasi Mahasiswa Diklat Mahasiswa Baru (DIKMABA) dengan tema “Membangun Pendidikan Berbasis Akhlak dan Kepemimpinan ala Rasulullah sebagai Fondasi Keberhasilan Organisasi Mahasiswa” berlangsung dengan penuh antusias di Villa Pelangi I, Batu. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Program Studi Pendidikan Agama Islam (Kaprodi PAI). Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya akhlak mulia dan adab dalam setiap tindakan, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga mengajak para peserta untuk mengambil inspirasi dari akhlak Rasulullah sebagai teladan dalam menjaga integritas, kejujuran, amanah, serta empati terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa dapat memahami bahwa kepemimpinan yang efektif dan organisasi yang sukses harus berlandaskan pada nilai-nilai akhlak yang mulia sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah. Hal ini menjadi fondasi utama dalam membangun komunitas mahasiswa yang bermoral, bertanggung jawab, dan memiliki visi untuk kemajuan bersama. ________

Kemah Seru: Membangun Integritas Akademik dan Identitas Guru.

Setelah menyelesaikan Ujian Akhir Semester Genap 2023-2024 yang menantang, Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi-PAI-UMM) mengadakan acara refreshing bersama (Prodi-PAI UMM X HMPS PAI) dengan tajuk “Kemah Kepemimpinan Baity”. Kegiatan bertema “Kemah Seru Baity: Membangun Integritas Akademik dan Identitas Guru” ini berlangsung di Dusun Sahabat Alam, diikuti oleh mahasiswa angkatan 2022 dan 2023 selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu. Pada hari Sabtu, acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Mohammad Kamaluddin, M.Si, Kepala Program Studi Pendidikan Agama Islam (Kaprodi-PAI-UMM). Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa akan dibina dan dilatih menjadi pemimpin selama dua hari, dengan harapan mereka akan menjadi pemimpin di masa depan. Sambutan kedua diberikan oleh Wakil Dekan III, Imamul Hakim, SE., M.Sh., yang sekaligus membuka acara “Kemah Kepemimpinan Baity. Kemah Seru Baity.” Beliau menekankan bahwa acara ini harus menyenangkan dan menggembirakan bagi mahasiswa, serta mendukung tercapainya visi dan misi Prodi-UMM. Materi pertma  disampaikan oleh Hudaniah, S.Psi., M.Si, Kepala UPT Bimbingan dan Konseling, yang menjelaskan tentang pengenalan diri, kemampuan menyelesaikan masalah, psikotes, dan arah profesi masa depan. Pemateri kedua, M. Himawan Sutanto, S.Sos., M.Si, Wakil Dekan III FISIP-UMM, membahas cara membangun personal branding, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembangkan keterampilan komunikasi. Pemateri terakhir pada malam hari oleh Bapak Zulfikar Yusuf, M.Pd.I Sekertaris Prodi Pendidikan Agama Islam (Sekprodi PAI-UMM) beliau menyampaikan materi tentang pengembangan diri dan keunggulan (Prodi-PAI-UMM) yang mempunyai keunggulan-keunggulan akademik yang dibentuk untuk kepentingan mahasiswa. Keunggulan tersebut diorientasikan agar bisa mengantarkan para mahasiswa memiliki keahlian dan profesionalitas di bidang Pendidikan Islam. Profil lulusan PAI  bisa bekerja segai guru PAI yang berintegritas dan profesional di lembaga pendidikan Islam formal dan non formal sesuai perkembangan Teknologi Informasi (IT) berdasarkan nilai-nilai keislaman. Bisa bekerja secara terampil dan profesional sebagai asisten peneliti di bidang pendidikan Islam, meliputi pemikiran, pembelajaran media kreatif, dan kelembagaan pendidikan Islam sesuai nilai-nilai keislaman, dan Edupreneur yang memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, pelatihan, dan penciptaan konten kreatif sebagai sumber pembelajaran di bidang pendidikan Islam. Hari terakhir ahad dikemas dengan acara Outbond /Games oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS-PAI-UMM) dan ditutup dengan Sharing Session Bersama Dosen Prodi PAI-UMM.

Prodi PAI Mengadakan Rapat Kerja Prodi Pendidikan Agama Islam

Sabtu, 24 Februari 2024. Program Studi Pendidikan Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Prodi Pendidikan Agama Islam bertempat di Inna Tretes & Resort Pasuruan selama dua hari. Agenda rapat dimulai dengan sambutan Wakil Dekan III FAI Bapak Imamul Hakim, M, Sh. Beliau menyampaikan bahwa Alhamdulillah kita bersyukur Prodi PAI telah mempertahankan akreditasi “Unggul” dan akan menuju akreditasi internasional. Beliau berharap semua komponen Prodi PAI mempersiapkan diri dan bekerja sama untuk membesarkan Prodi PAI, dan dalam waktu dekat, beberapa dosen PAI akan menuju guru besar (Profesor). Acara dibuka oleh Sekretaris Program Studi (Sekprodi) PAI Bapak Zulfikar Yusuf, M.Pd.I membuka dengan menyampaikan jumlah dosen Prodi PAI sudah cukup tinggi dan berbagai macam disiplin keilmuan dan kita perlu membuat program Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih spesifik dalam penelitian, pengabdian dan pengajaran, dan besoknya dosen PAI dan keluarga akan refreshing ke tempat wisata Cimory Dairyland Farm Theme Park Prigen.

Penyampaian dan pengenalan mengenai Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) Fakultas Agama Islam UMM.

Di Malang, tanggal 4 Januari 2024, FAI UMM mengadakan acara sosialisasi Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) yang dihadiri oleh anggota akademik. Aula Rusunawa 1 Gedung B menjadi lokasi kegiatan ini, dihadiri oleh jajaran dekan, kepala program studi, dosen, perwakilan lembaga intra FAI, dan 146 mahasiswa angkatan 2023. Sosialisasi VMTS dimulai dengan sambutan dari (Assoc.) Prof. Dr. Khozin, M.Si, selaku Dekan FAI. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan tujuan dari sosialisasi VMTS ini, yang secara umum bertujuan memperkenalkan VMTS Fakultas kepada seluruh anggota akademik di FAI UMM. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Wakil Dekan I FAI UMM, Pradana Boy, ZTF, Ph.D. Pemaparan ini mencakup penguasaan kompetensi lulusan, terutama pada empat program studi yang dimiliki oleh FAI yaitu PAI, PBA, HKI, dan Ekos, serta orientasi internasionalisasi kelembagaan. Sesi berikutnya melibatkan Wakil Dekan II FAI UMM, Dr. Saiful Amien, M.Pd. Dalam materinya, Pak Amien menjelaskan makna visi dan misi. Visi diartikan sebagai “how to be” dan misi sebagai “how to do”. Misi FAI dijabarkan melalui enam kegiatan utama: pendidikan dan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi riset, kerjasama nasional dan internasional, serta al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Wakil Dekan III, Imamul Hakim, S.E., M.Sh, melanjutkan pemaparan pada sesi ketiga dengan fokus pada bidang kemahasiswaan. Beliau menjelaskan bahwa salah satu tugas utama mahasiswa adalah menyelesaikan studi melalui Tugas Akhir (TA). FAI UMM menyediakan 9 skema yang dapat dipilih oleh mahasiswa, memberikan fleksibilitas untuk mendukung pencapaian VMTS lembaga.

Pengumuman Nilai Uji Komprehensif Semester Ganjil TA 2023-2024

pengumuman hasil uji komprehensif

Assalamualaikum Wr Wb. Hai kawan-kawan mahasiswa yang baru selesai melaksanakan uji komprehensif. Dari serangkaian ujian yang dilaksanakan kali ini admin hendak mengirimkan pengumuman nilai ujian yang sudah direkap. Silahkan dilihat pada link berikut: Klik disini Nilai di atas berdasarkan nilai yang telah digabungkan dari beberapa macam dan bidang ujian yang telah dilaksanakan. Selamat bagi yang sudah lulus dan persiapkan diri untuk memperbaiki nilai yang diterima saat ini. demikian, Wassalamualaikum Wr. Wb

“Tren Baru: Transformasi Pendidikan dengan Sentuhan Moderasi Islam, Pakar Pemikiran Islam di PAI UMM Berbagi Pengetahuan!”

Dalam suasana penuh semangat, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FAI UMM menghelat kuliah perdana pada Sabtu, 23 September 2023. Bertempat di Aula GKB 3 Lt. 5 UMM, acara ini dirancang untuk memberikan mahasiswa pemahaman mendalam tentang sejarah, landasan pemikiran, dan urgensi moderasi Islam dalam konteks Indonesia. Kegiatan yang dihadiri oleh mahasiswa Prodi PAI Angkatan 2021 hingga 2023 ini dibuka secara resmi oleh Dr. Saiful Amien, M.Pd, Wakil Dekan II FAI UMM. Dengan tema “Transformasi Pendidikan Islam: Sejarah dan Landasan Pemikiran Moderasi Islam di Indonesia”, kuliah perdana ini menghadirkan dua ahli di bidangnya, yaitu Dr. Ahmad Barizi, M.A dan Fahrudin Mukhlis, M.IRKH. Pertama, sambutan hangat disampaikan oleh Kaprodi PAI FAI UMM, Zulfikar Yusuf, M.Pd.I. Beliau dengan penuh apresiasi dan harapan mengajak para peserta kuliah perdana untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, agar dapat memperluas wawasan mengenai konsep moderasi Islam dalam konteks Indonesia. Dr. Saiful Amien, M.Pd, dengan latar belakang keahlian dalam teknologi pembelajaran, kemudian memberikan sambutan kedua. Beliau menunjukkan ketertarikan khusus terhadap tema yang diangkat dalam kuliah perdana ini. Dalam perspektifnya, moderasi Islam dapat diterapkan dalam proses pembelajaran mahasiswa, dan transformasi dari ketidaktahuan menjadi pengetahuan adalah landasan penting untuk menerapkan moderasi dalam kehidupan sehari-hari. Penting bagi setiap individu untuk memahami keberagaman yang ada di Indonesia. Sesi utama dimulai dengan pemaparan yang mendalam oleh Bapak Assoc Prof. Dr. Ahmad Barizi, M.A. Dalam presentasinya, Kaprodi S3 (Doktor) PAI-BSI UIN Maliki Malang itu membahas definisi, posisi, dan urgensi moderasi Islam dalam konteks Indonesia. Beliau juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran kunci dalam transformasi pendidikan Indonesia melalui landasan pemikiran yang moderat. Materi kedua disampaikan oleh Fahrudin Mukhlis, M.IRKH, Kepala Laboratorium FAI UMM. Beliau membahas topik menarik “Wasathiyah Islam vs Moderasi Beragama”. Dalam penjelasannya, konsep wasathiyah diartikan sebagai sikap yang berada di tengah-tengah, menghindari ekstremisme baik ke arah kiri maupun ke kanan. Puncak acara ditandai dengan sesi diskusi yang disambut antusias oleh para peserta. Tak lupa, para pemateri dan peserta menyempatkan diri untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.