Dekan FAI-UMM: Mahasiswa Prodi PAI Harus Menjadi Pemuka Agama

Hari ini, Senin 8 Agustus 2022, Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan pembekalan magang di Aula BAU-UMM. Acara ini diikuti oleh 88 peserta dari Mahasiswa/i Angkatan 2019. Diawali dengan pembukaan oleh Dekan Fakultas Agama Islam Dr. Khozin M.Si dan dihadiri oleh segenap civitas akademika di lingkungan Fakultas Agama Islam. Tema sentral kegiatan magang peningkatan kompetensi pedagogik tahun ini adalah “Mengukuhkan Kompetensi Calon Pendidik (Guru): Dari PAI UMM untuk bangsa”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan keterampilan pengembangan perangkat pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam konteks Kurikulum Merdeka. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membangun profesionalisme diri dan pengembangan keterampilan pengelolaan proses Pembelajaran PAI. Untuk hari senin ini, materi pertama yang akan disampaikan adalah perencanaan pembelajaran pai jenjang SMP dan SMA dalam kerangka kurikulum merdeka oleh Bapak Hikmatullah, M.Pd.I. selama 3 jam pertemuan. Dilanjutkan dengan materi metode dan media pembelajaran PAI yanga efektif, efesien dan menyenangkan dalam kurikulum merdeka belajar. Materi kedua ini disampaikan oleh Supriyanto, M.Pd.I. Di hari berikutnya, Selasa, 09 Agustus 2022, materi yang akan dipaparkan adalah memahami corporate culture kelembagaan pendidikan oleh Lukman Hakim, M.Pd.I., dan Evaluasi Pembelajaran PAI dalam dalam kerangka kurikulum Merdeka Belajar. Materi yang terakhir akan disampaikan oleh Soleh Subagja, M.Pd. Pembukaan diawali dengan sambutan dari Kaprodi PAI, Mohammad Kamaluddin, M.Si. Ia menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan magang, mahasiswa hendaknya berkelakuan baik dan menjaga nama baik almamater. Selain itu mahasiswa juga harus belajar komunikasi yang baik sehingga membuat kesan terindah untuk dirinya, peserta didik dan seluruh warga sekolah mitra. Dalam sambutannya Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Khozin, M.Si., berpesan bahwa mahasiswa prodi Pendidikan Agama Islam itu tidak hanya menjadi seorang guru melainkan juga menjadi seorang pemuka agama. Sehingga harus berbekal dengan matang, juga harus pandai menempatkan diri di sekolah-sekolah mitra. (FM
Hadapi Era Disrupsi, PAI UMM Adakan Kuliah Tamu Inovasi Pembelajaran

Malang, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Kuliah Tamu bertajuk “Inovasi Pembelajaran melalui Platform Media Baru” pada Sabtu (25/6). Kuliah tamu ini menghadirkan Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Dr. Isa Iskandar, S.Si., M.Pd. Isa menyampaikan materinya dengan judul “Belajar di Era Generasi Pemakan Kuota”. Menurut dia, era disrupsi ini telah mengguncang banyak hal bagi dunia kerja, tak terkecuali yang terjadi pada sektor pendidikan. “Pada Prodi PAI ini juga bisa terkena dampaknya, terutama dari sisi inovasi dan sumber belajar. Saya yakin dosen-dosen PAI sudah merespons transformasi ini,” kata Isa Iskandar. Untuk menjadi pendidik di zaman ini, yang responsif terhadap teknologi informasi, maka tidak cukup dengan menjadi smart dan berilmu luas dan dalam, tapi juga penting good looking, public speaking, dan personal branding. “Yang juga penting adalah always young. Itu berarti bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” katanya. Dia menambahkan, bagi mahasiswa untuk merespons era disrupsi dengan cepat itu, maka tidak heran jika laptop itu menjadi kebutuhan pokok. Pulsa dan handphone itu juga sangat pokok bagi mahasiswa. “Jadi kalau ada yang bilang bahwa handphone itu menjadi penghambat untuk masuk surga, maka pemanfaatannya harus direorientasi lagi,” ucapnya. Pada kesempatan ini, Dekan FAI UMM Dr. Khozin, M.Si juga menjelaskan bahwa era sekarang sudah banyak berubah. Banyak pekerjaan yang hilang akibat disrupsi ini. Berganti dengan pekerjaan-pekerjaan baru yang lebih terkoneksi dengan media baru internet. “Jadi penting sekali bagi mahasiswa itu punya kompetensi yang berbeda dengan yang lainnya. Faktor diferensiasi itulah yang menjadi keunggulan individu di zaman baru ini,” sebut Khozin.
Dosen PAI UMM Menjadi Peserta Konferensi Internasional di Mesir

Kairo, Dosen Prodi PAI Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) Nafik Muthohirin, MA.Hum menghadiri undangan Grand Mufti Mesir melalui kerjasama antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Darul Iftaa Mesir dalam acara Konferensi Internasional bertajuk Relegious Extremism: The Intellectual Premises and Counter-Strategies di Kairo (7-9/6). Acara ini bertujuan untuk mengampanyekan pentingnya perdamaian global dan memupus pemikiran dan gerakan ekstremisme kekerasan berbasiskan agama. Kehadiran Nafik di acara tersebut sejalan dengan visi dan misi FAI UMM yang berkeinginan menjadi fakultas yang berperingkat internasional. Salah satu bentuknya adalah memperbanyak keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam berbagai kegiatan dan kerjasama internasional. Dekan FAI UMM Dr. Khozin, M.Si merespon positif keterlibatan Nafik pada kegiatan ilmiah tersebut. “Alhamdulillah, dua dosen kita Pak Pradana Boy dan Pak Nafik ada kegiatan masing-masing di Maroko dan di Mesir. Semoga dapat menambah poin untuk memenuhi Visi FAI 2030. Selain itu, ini penting untuk membangun jaringan,” kata Dr. Khozin. Sementara itu, bagi Nafik sendiri. Kehadirannya di konferensi tersebut memiliki faedah yang besar. Sebab, pria asal Lamongan itu memang telah memiliki perhatian yang besar terhadap berbagai diskursus tentang pembangunan perdamaian agama-agama, ekstremisme, dan multicultural, baik dalam perspektif pemikiran maupun pendidikan Islam. “Tentu saya senang bisa menjadi bagian dalam konsorsium global yang membincangkan strategi-strategi pencegahan ideologi ekstremisme. Saya melihat pendidikan sebagai faktor penting untuk memoderasi pemikiran masyarakat agar tidak terpapar ideologi terorisme dan ekstremisme,” kata dosen yang mengampu mata kuliah studi pemikiran Islam kontemporer tersebut. Penting diketahui bahwa kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 42 negara yang mencakup Maroko, Turki, Lebanon, Spanyol, Singapura, Inggris, Amerika Serikat, Italia, Irak, Palestina, Kazakstan, Uzbekistan, dan lainnya. Selain para mufti atau ulama dari setiap negara, sejumlah pemimpin negara dan peneliti yang memiliki perhatian terhadap persoalan ekstremisme juga diundang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk saling bersinergi dan merumuskan kembali strategi-strategi baru dalam menghadapi ancaman terorisme dan ekstremisme. Dalam pidatonya, Grand Mufti Mesir Prof. Dr. Shawki Ibrahim Allam mengatakan, ancaman terorisme dan ekstremisme belum akan selesai. Kelompok ekstremis telah bertransformasi menggunakan berbagai strategi propaganda, perekrutan dan penyerangan melalui internet. “Kita perlu menyebut bahwa terorisme adalah musuh semua agama dan bangsa. Para akademisi dan ulama harus berkumpul merumuskan strategi yang baru dalam rangka memerangi mereka,” terangnya.
FAI UMM Gelar Acara Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan & Strategi, Begini Kesan Mahasiswa Baru PAI

Dimulai sejak setelah sholat Jum’at tepat, 03 Juni 2022, Fakultas Agama Islam menggelar acara Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan & Strategi, disingkat VMTS FAI. Acara ini diselenggarakan di Aula Gedung Kuliah Bersama III lantai 6 dan dihadiri secara luring bagi mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 dan daring untuk mahasiswa angkatan 2019 dan angkatan sebelumnya. Antusiasme mahasiswa terlihat dari jumlah yang hadir secara luring kurang lebih 500 peserta. Hal ini ditujukan untuk memberikan suntikan semangat akademik bagi mahasiswa, juga melihat kondisi penyebaran covid-19 yang sudah dinyatakan lebih aman dan sesuai izin protokoler Universitas Muhammadiyah Malang. Walhasil, acara dapat berjalan dengan semarak dan lancar dengan mematuhi protokol kesehatan. Acara sosialisasi ini merupakan agenda fardhu ain dan rutin yang dilakukan oleh Fakultas dengan menyesuaikan kepada panduan dan pedoman dalam pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan yang tersusun dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Selain itu, agenda ini juga sudah termaktub dalam Rencana Operasional dan Strategi Fakultas Agama Islam. Dari acara itu mahasiswa mendapat banyak insight baru terkait visi, misi, tujuan dan strategi Fakultas Agama Islam dalam beberapa tahun ke depan. Sehingga mereka bisa menyesuaikan target apa yang bisa diambil dalam menempuh studi di lingkungan FAI UMM. Seperti yang dipaparkan oleh Yanda Amalia, mahasiswi angkatan 2021 Prodi Pendidikan Agama Islam, “kami mengetahui bagaimana visi dan misi serta strategi dari FAI ke depannya, untuk bisa dikembangkan ke arah yang lebih baik.” Ia juga menambahkan bahwa setelah acara itu ia harus semakin rajin belajar, memiliki inovasi dan kreasi untuk menjadikan diri lebih baik yang mana itu juga akan memberikan dampak positif untuk Fakultas Agama Islam. Lebih detail lagi Yanda menjelaskan bahwa mahasiswa FAI harus memiliki tujuan dalam belajar juga daftar target yang harus dicapai. Besar harapan acara yang demikian ini bisa dilaksanakan di awal tahun ajaran baru, sehingga memompa semangat mahasiswa baru dalam menempuh studi di level Universitas. Salah satu kesan juga disampaikan oleh Rika Aulia Dewi mahasiswi angkatan 2021 Prodi PAI FAI UMM. Ia menyampaikan bahwa acaranya sangat bagus dan dapat memberikan semangat akademik bagi mahasiswa. Ia juga berharap semoga Visi, Misi, Tujuan dan strategi yang sudah disosialisasikan dapat terwujud sehingga membawa FAI lebih baik di masa yang akan datang. “Semoga mahasiswa dapat mengambil peran dalam menyukseskan VMTS FAI UMM, dan juga dalam penyelenggaraan acara tersebut lebih interaktif“, tambahnya. Selain acara sosialisasi, jajaran Dekanat FAI juga memberikan arahan akademik yang dimiliki oleh FAI UMM. Sehingga dari situ terbentuk karakter dan ciri khas Mahasiswa FAI yang tidak dimiliki oleh Fakultas lainnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini ditutup dengan kuis oleh panitia dengan hadiah doorprize kepada mahasiswa yang hadir. (FM)
Tingkatkan Kualitas Penelitian Mahasiswa, Laboratorium Tarbiyah UMM Menghadirkan Statistisi Ahli Muda Malang

UMM, (9/4/22), Semangat dan visionernya dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMM, Laboratorium Tarbiyah yang di pimpin oleh Ibu I’anatut Thoifah, M.Pd.I mengelar workshop penelitian kuantitatif yakni “Pengantar Statistik dengan Menggunakan Software SPSS sebagai alat bantu pengujian statistik”. Acara ini merupakan salah satu program kerja yang dimiliki oleh Laboratorium Tarbiyah dan juga yang ditujukkan kepada mahasiswa Program Studi PAI-UMM khususnya angkatan 2019-2020 guna menguatkan matakuliah berpraktikum bidang penelitian. Workshop kali ini diadakan secara daring yakni menggunakan Zoom Meeting. Narasumber pada workshop ini adalah Riza Saadiah, S.Si, M.Si statistisi ahli muda yang kompeten dan bekerja di Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Malang. Pada workshop ini, beliau membuka dengan penjelasan umum terkait statistika guna memberikan gambaran awal kepada peserta workshop tentang hubungan data statistik dengan penelitian kuantitatif. Selain itu, beliau juga menyampaikan secara singkat mengenai perbedaan antara data kuantitatif dan kualitatif, bentuk penyajian data serta kategori-kategori data yang nantinya akan bersinggungan dengan mahasiswa, jika melakukan penelitian kuantitatif. Setelah memberikan pengantar dasar, Riza Saadiah melanjutkan dengan penjelasan berbagai teknik analisis seperti analisis korelasi, analisis regresi, uji komparasi, uji validitas, uji reliabilitas, dan lain sebagainya. Selain itu, beliau mengimbangi dengan praktek langsung penggunaan software SPSS guna memudahkan peserta workshop memahami materi yang disampaikan sebelumnya. Gaya santai, sabar, jelas dan penuh dengan percontohan memudahkan peserta workshop dalam mengikuti arahan statistisi ahli muda Kota Malang tersebut. Di penghujung penyampaian materi, beliau tak lupa memberikan beberapa contoh latihan soal kepada peserta workshop yang berkaitan dengan uji komparasi dan analisis regresi linear sederhana antara varibel X dan Y yang telah disajikan pada contoh soal. Harapannya dari pemberian latihan soal ialah guna mengetahui seberapa jauh pemahaman mahasiswa PAI UMM terkait pengaplikasian SPSS dalam penelitian kuantitatif.
Untuk Program Kelulusan Tepat Waktu, Laboratorium PAI Menghadirkan Dosen Peraih Score Sinta Tertinggi Se-UMM

Sejak beberapa waktu, tertanggal 9 April 2022, Laboratorium Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang telah menggelar Workshop, dengan bertajuk “Penguatan Matakuliah Berpraktikum: Scope Research Kuantitatif dan Kualitatif” Acara dibuka langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam, Bapak Mohammad Kamaludin, M.Si. Dilanjutkan penyampaian sambutan dan motivasi kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam oleh Kepala Laboratorium Tarbiyah Ibu I’anatut Thoifah, M.Pd.I, dengan visionernya dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa di bidang penelitian, Kepala Laboratorium Tarbiyah menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya, salah satunya adalah Bapak Ahmad Fauzi, M.Pd Dosen UMM yang memiliki prestasi luar biasa dalam bidang penelitian. Workshop ini memiliki target peserta mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam yang akan dan sedang melakukan tahap penyusunan tugas akhir (Skripsi). “Penelitian kualitatif memiliki tantangan lebih dibandingkan kuantitatif.” ujar Dosen Peraih Score Sinta Tertinggi Se-UMM itu. Sejalan dengan pernyataan itu, Ahmad Fauzi menyampaikan unsur-unsur penting dalam penelitian kualitatif lapangan dan literature review guna memudahkan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas Akhir (skripsi) dengan keluluusan tepat waktu. Beliau membuka dengan menyampaikan pengantar dasar dan pengklasifikasian terkait penelitian lapang dan non lapang. Selanjutnya, beliau menyampaikan hal-hal yang berkenaan dengan penelitian kualitatif baik itu hakikat dasar penelitian kualitatif, macam-macamnya, contoh rumusan masalah, pengumpulan data, pengambilan sampel, analisis data, hingga proses penelitian kualitatif. Sama halnya dalam penyampaian mengenai serba-serbi penelitian kualitatif, dosen sekaligus reviewer jurnal Nasional dan Internasional bereputasi ini juga menyampaikan materi mengenai literature review. Adapun hal-hal yang disampaikan adalah berkenaan tentang pengertian, sumber data, dan macam-macam penelitian review (seperti narrative review, systematic literature review, dan meta-analysis). Selain itu, tak lupa beliau menyampaikan contoh serta cara yang menyeluruh guna memudahkan peserta workshop dalam memahami teknis penyusunan penelitian kualitatif di penghujung penyampaian materi.
Pendaftaran Ujian Skripsi 2021

Pendaftaran Ujian Skripsi Periode 3 tahun 2021
Sidang Promosi Doktor Dosen PAI
WORKSHOP PENULISAN TUGAS AKHIR

Workshop Penulisan Tugas Akhir Prodi Pendidikan Agama ISlam FAI UMM. Bersama Nafik Muthohirin, MA. Hum I’anatut Thoifah, M.Pd.I pada tanggal 16 Januari 2021 pukul 08.30 WIB s/d Selesai
WORKSHOP PENULISAN NASKAH TUGAS AKHIR BERBASIS ARTIKEL JURNAL BAGI MAHASSIWA PAI
Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (PAI-UMM) melakukan suatu terobosan baru berupa percepapatan penyelesaian studi atau kelulusan tepat waktu atau disingkat dengan (KTW) dengan menyelengagarakan sosialisasi dan Workshop penulisan tugas akhir untuk mahasiswa Prodi PAI-UMM pada tanggal 21 November 2020 melalui media Youtube. Acara dibuka oleh Dr. Umiarso, M.Pd.I selaku Kaprodi PAI, dalam sambutannya Pak Umi menyampaikan bahwa ada tiga model tugas akhir yang akan dipilih oleh mahsiswa yaitu Pertama. berupa Artikel jurnal baik jurnal internasional maupun jurnal nasional minimal sinta 2, Kedua Prosiding (internasional & nasional) dan ketiga Skripsi. Adapun Pembicara pada kegiatan workshop ini adalah I’anatut Thoifah, M.Pd.i. Ibu I’anah dalam paparannya menyebutkan bahwa dalam menulis artikel jurnal ada beberapa kompenen yang harus diperhatikan antara lain judul, identitas penulis, abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, simpulan, ucapan terima kasih kepada sponsor dan daftar pustaka.